Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

China: Kabinet Baru Rusia tak Pengaruhi Hubungan Bilateral

Jumat 17 Jan 2020 04:03 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Bendera China dan Rusia.

Bendera China dan Rusia.

Foto: Wikimedia Commons
China menjadi konsumen utama persenjataan, gas, minyak, dan sumber daya alam Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China mengatakan pengumuman mendadak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengubah konstitusi tidak akan berdampak pada hubungan Beijing-Moskow. Pengumuman tersebut memicu perdana menteri Dmitry Medvedev mengundurkan diri.

Baca Juga

"Di bawah kepemimpinan Putin dan Pemimpin China Xi Jinping, kemitraan strategis China Rusia memasuki era baru, menjadi semakin dewasa, stabil, dan kuat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang, Kamis (16/1).

Geng mengatakan hubungan bilateral tidak akan berdampak pada situasi internasional. Kedua belah pihak juga menghormati proses politik domestik masing-masing.

Ia juga memuji Medvedev yang mempromosikan hubungan Rusia-China, terutama di bidang ekonomi. China dan Rusia mantan rival selama perang dingin. Keduanya memperebutkan kepemimpinan blok komunis. Tapi dalam dua dekade terakhir hubungan kedua negara semakin membaik.

China menjadi konsumen utama persenjataan, gas, minyak, dan sumber daya alam Rusia lainnya. Sementara pemerintah mereka bersekutu dalam kebijakan luar negeri untuk menahan pengaruh Amerika di panggung internasional.

Pada Rabu (15/1) lalu, Putin mengajukan perubahan konstitusi yang dapat mempertahankan kekuasaannya setelah masa jabatan presidennya berakhir pada tahun 2024. Gagasan itu mengubah peta politik Rusia dalam sekejab karena Medvedev dan jajaran kabinetnya mengundurkan diri beberapa jam kemudian.

Putin berencana ingin menjadi pemimpin Rusia yang tak tergoyahkan. Mengikuti apa yang dilakukan Xi yang mengkonsolidasikan kekuasaan sehingga ia menjadi pemimpin terkuat di Cina sejak Mao Zedong.

Selain kepala negara, Xi juga menjabat sebagai ketua Partai Komunis dan ketua dewan pengawas militer. Sebuah badan baru yang memberikannya wewenang untuk mengawasi keamanan dan fungsi-fungsi penting pemerintahan. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA