Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Taliban Siap Berunding dengan Pemerintah Afghanistan

Sabtu 18 Jan 2020 02:02 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Kelompok Taliban.

Kelompok Taliban.

Foto: Reuters
Perunding AS dan Taliban telah membahas perjanjian damai dengan Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Taliban akan menerapkan gencatan selama 10 hari jika mencapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS). Bila hal itu tercapai, Taliban disebut siap menjalin pembicaraan dengan Pemerintah Afghanistan. Selama ini Taliban diketahui menolak melakukan tindakan tersebut.

Baca Juga

Menurut juru bicara kantor Taliban di Doha, Qatar, tim perunding AS dan Taliban melangsungkan pertemuan pada Rabu dan Kamis lalu. Mereka membahas tentang penandatanganan perjanjian damai. Pembicaraan itu akan berlanjut selama beberapa hari mendatang.

Dua sumber yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan, kepemimpinan tertinggi Taliban telah setuju menerapkan gencatan senjata selama 10 hari dan mengurangi serangan terhadap Pemerintah Afghanistan setelah kesepakatan dengan AS ditandatangani.

"AS ingin kami mengumumkan gencatan senjata selama pembicaraan damai dan kami telah tolak. Syura (dewan) kami telah menyetujui gencatan senjata pada hari perjanjian damai ditandatangani," kata seorang komandan senior Taliban.

Menurut dia, begitu kesepakatan tercapai, perwakilan Pemerintah Afghanistan dan Taliban dapat bertemu langsung di Jerman. Departemen Luar Negeri AS dan Pentagon menolak mengomentari tentang penandatangan perjanjian damai dengan Taliban.

Sementara itu, juru bicara kepresidenan Afghanistan Sediqi Sediqqi mengatakan gencatan senjata adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan dan bermartabat. "Setiap rencana yang mengusulkan gencatan senjata sebagai langkah dasar akan diterima oleh pemerintah," ujarnya.

Pada Desember tahun lalu, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bertemu Presiden AS Donald Trump di Washington. Pada kesempatan itu Trump mengatakan bahwa Taliban bersedia untuk mencermati gencatan senjata. "Taliban ingin membuat kesepakatan dan kami bertemu dengan mereka. Kami mengatakan ini harus menjadi gencatan senjata dan sekarang mereka ingin melakukan gencatan senjata," ujar Trump.

Trump cukup yakin gencatan senjata dapat tercapai. "Kita akan lihat apa yang terjadi," ucapnya.

Sejak tahun lalu, AS dan Taliban telah melakukan perundingan perdamaian. AS merupakan sekutu utama Afghanistan dalam memerangi Taliban selama lebih dari sedekade berlangsungnya konflik.

Taliban menginginkan seluruh pasukan AS ditarik dari Afghanistan. AS memiliki 14 ribu personel militer di negara tersebut. Washington telah mengumumkan rencana untuk menarik sekitar 5.000 pasukannya dari Afghanistan. Namun hal itu tak akan mengurangi tekad dan komitmen AS untuk membantu Afghanistan dalam memerangi kelompok teroris seperti ISIS dan al-Qaeda. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA