Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Presiden Ukraina Tolak Perdana Menterinya Undurkan Diri

Sabtu 18 Jan 2020 06:33 WIB

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Christiyaningsih

Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk (kanan) ajukan pengunduran diri. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy tolak pengunduran diri Perdana Menteri Honcharuk. Ilustrasi.

Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk (kanan) ajukan pengunduran diri. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy tolak pengunduran diri Perdana Menteri Honcharuk. Ilustrasi.

Foto: Oleg Petrasyuk/EPA
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy tolak pengunduran diri Perdana Menteri Honcharuk

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy baru-baru ini menolak permintaan perdana menterinya untuk mengundurkan diri. Sebaliknya, ia memintanya untuk tetap bekerja pada Jumat (18/1) kemarin.

Awal permasalahan tersebut terjadi setelah PM Ukraina, Oleksiy Honcharuk, tertangkap dalam rekaman mengkritik tajam Zelensky. Menurutnya, presiden dan juga mantan bintang sitkom yang tanpa memiliki pengalaman politik sebelumnya itu juga tak tahu apapun soal ekonomi.

Meskipun dalam sebuah video yang dirilis oleh kantor presiden, Zelensky menyebut situasi itu tak menyenangkan namun pihaknya memutuskan untuk memberikan kesempatan kepada Perdana Menteri dan kabinetnya untuk tetap bekerja. "Zelenskiy tidak ingin memecat Honcharuk," kata Volodymyr Fesenko, kepala lembaga think tank Penta seperti dilansir AP, Sabtu (18/1).

Hal serupa juga dikatakan oleh analis di think tank Razumkov Center, Volodymyr Sidenko. Menurut dia, Presiden Ukraina khawatir pemecatan malah akan memicu krisis politik di negaranya. Terlebih ia juga tidak ingin mempersulit hubungannya dengan investor asing maupun IMF.

"Pengunduran diri Honcharuk dapat menghancurkan gagasan persatuan pemerintah dan meragukan kemampuan Zelenskiy untuk mengendalikan situasi," kata Sidenko.
 
Menanggapi hal tersebut, Honcharuk mengatakan bahwa rekaman itu adalah kompilasi 'fragmen-fragmen pertemuan pemerintah yang direkam'. Bahkan ia menyalahkan 'kelompok-kelompok berpengaruh' yang tidak dikenal karena membuatnya tampak seolah-olah dia tidak menghormati presiden. "Itu tidak benar," Ujar PM Ukraina itu bersikukuh.

Sebelumnya pada Kamis (16/1), anggota parlemen dari Partai Oposisi Platform-For Life menuntut pengunduran diri Honcharuk. Honcharuk dan kabinetnya disebut telah mendiskreditkan presiden Ukraina dan memperburuk krisis ekonomi di negara itu. 

Namun demikian, Zelenskiy menyerukan penyelidikan terhadap sumber rekaman dengan mengatakan bahwa ia akan menuntut hal itu dalam dua pekan. Bahkan disebut akan dilakukan secepat mungkin. "Secepat mungkin kami akan memperoleh informasi tentang siapa yang merekam rekaman itu," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA