Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Tuesday, 7 Sya'ban 1441 / 31 March 2020

Meghan Markle Lebih Sering Diberitakan Negatif

Ahad 19 Jan 2020 07:01 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Duchess of Sussex Meghan Markle dan Pangeran Harry duduk di kereta kuda saat menghadiri parade militer tahunan ulang tahun Ratu Elizabeth II, Sabtu (8/6).

Duchess of Sussex Meghan Markle dan Pangeran Harry duduk di kereta kuda saat menghadiri parade militer tahunan ulang tahun Ratu Elizabeth II, Sabtu (8/6).

Foto: AP Photo/Frank Augstein
Berita Meghan lebih banyak negatif dibandingkan pemberitaan Kate.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Temuan baru menyatakan The Duchess of Sussex atau Meghan Markle mendapat dua kali lebih banyak mendapatkan berita utama negatif daripada yang positif. Hasil tersebut setelah analisis artikel yang diterbitkan antara Mei 2018 hingga pertengahan Januari 2019.

Baca Juga

Analisis itu mencoba memaparkan bukti untuk mendukung argumen Meghan yang menghadapi perlakuan yang sangat kritis dari media Inggris. Ditemukan dari 843 artikel di 14 surat kabar cetak sejak pertengahan Mei 2018, 43 persen negatif. Hanya 20 persen artikel yang positif, dengan 36 persen sisanya netral.

Temuan mengisyaratkan klaim Meghan menerima perlakuan lebih kritis daripada Duchess of Cambridge atau Kate Middleton benar adanya. Pencarian yang setara untuk tajuk utama dari 144 artikel selama periode waktu yang sama untuk Kate menunjukkan 45 persen menunjukan nada yang positif, 47 persen netral, dan hanya 8 persen negatif.

Perbedaan statistik dalam cara media memperlakukan kedua istri penerus tahta kerajaan terlihat dari artikel Buzzfeed. Perbedaan besar dalam sentimen terhadap kedua perempuan itu pada topik yang setara, mulai dari kecintaan pada alpukat hingga kecenderungan untuk menempatkan tangan pada perut selama kehamilan.

Hasil itu menguatkan penelitian oleh perusahaan intelijen konsumen digital Brandwatch yang menemukan dari 29.000 item tabloid dan spreadsheet daring tentang Duchess of Sussex pada 2019, 21.000 adalah negatif atau 72 persen. Sementara itu, hanya 4.300 dari 14.000 item yang merujuk pada Duchess of Cambridge atau 31 persen negatif.

Dikutip dari The Guardian, Meghan menerima lebih banyak pers positif daripada negatif pada Mei 2018. Momen tersebut merupakan saat dia menikahi Pangeran Harry. Namun, periode bulan madu dalam, pada Juli tahun yang sama, proporsi artikel yang menggambarkannya dalam cahaya negatif telah melampaui positif.

Penilaian negatif pun terjadi pada beberapa kesempatan, terutama di sekitar keinginan pasangan untuk lebih banyak privasi. Apalagi keputusan pasangan tersebut untuk merahasiakan kelahiran dan pembaptisan anak.

Sejumlah artikel mengutip sumber-sumber yang mengklaim bahwa Meghan adalah selebritas "sombong" dan "terobsesi" yang sangat membutuhkan perhatian media. Sebuah tuduhan semakin meningkat ketika dia mengedit edisi Vogue Inggris pada September tahun lalu.

Sejumlah karya mengasosiasikan Meghan dan keluarganya dengan narkoba dan kekerasan. Itu termasuk artikel yang membuat klaim tentang keterlibatan keponakannya dengan obat-obatan, serta klaim para tamu diberi bingkisan ganja di pernikahan pertama Meghan. Cakupan keluarganya di masa lalu telah menghubungkan tempat kelahiran Meghan, dan kota asal ibunya, dengan kekerasan geng.

Periode intens lainnya dari liputan media secara negatif termasuk artikel tentang keputusan pasangan itu menggunakan jet pribadi dan hubungan dengan ayah Meghan. Artikel tentang hubungannya dengan ayahnya menyumbang hampir sepertiga dari artikel negatif tentang Meghan dan terus diungkit kembali.

Temuan itu muncul ketika pasangan itu mengumumkan keluar dari keluarga Kerajaan Inggris dan ingin hidup mandiri. Masa transisi Meghan dan Pangeran Harry akan segera dimulai, karena staf di rumah Frogmore Cottage sedang bekerja untuk berkemas.

Ratu Elizabeth II pun telah memberikan izin untuk pasangan tersebut memenuhi keinginan untuk hidup mandiri. "Keluarga saya dan saya sepenuhnya mendukung keinginan Harry dan Meghan untuk mewujudkan kehidupan baru sebagai keluarga muda," katanya.

Sebelum memutuskan untuk mandiri secara finansial, pasangan Harry dan Meghan didanai oleh uang dari wilayah Pangeran Charles Duchy of Cornwall karena peran kerajaan. Dengan terlibat dalam tugas Kerajaan, membuat mereka tidak perlu mencari pendapatan pribadi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA