Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Selamat Tinggal, Royal Highness!

Senin 20 Jan 2020 09:18 WIB

Red: Budi Raharjo

Pangeran Harry dan istrinya Duchess of Sussex, Meghan Markle, mengumumkan mundur dari posisinya sebagai anggota senior Kerajaan Inggris, Rabu (8/1).

Pangeran Harry dan istrinya Duchess of Sussex, Meghan Markle, mengumumkan mundur dari posisinya sebagai anggota senior Kerajaan Inggris, Rabu (8/1).

Foto: AP
Keduanya benar-benar menanggalkan tugas kerajaan.

REPUBLIKA.CO.ID, Pangeran Harry dan istrinya, Meghan, menanggalkan gelar kerajaan Inggris, yaitu His Royal Highness dan Her Royal Highness. Keduanya juga akan mengembalikan dana publik sebesar 2,4 juta poundsterling yang semula dipakai untuk merenovasi kediaman mereka di Frogmore Cottage, Windsor, Inggris.

Dalam pernyataan resmi Ratu Elizabeth II, ia menyatakan, "Harry, Meghan, dan Archie akan selalu dicintai oleh anggota keluarga saya."

Keputusan terbaru ini diumumkan Istana Buckingham di London, Inggris, Sabtu (18/1) malam atau Ahad (19/1) dini hari. Langkah ini terhitung lebih mengejutkan dibanding pengumuman Harry dan Meghan yang diumumkan pada 8 Januari. Saat itu, pasangan tersebut masih menyatakan akan tetap menjalankan tugas sebagai tugas kerajaan sambil menjalani hidup sebagai warga biasa.

Dengan keputusan terbaru ini, keduanya benar-benar menanggalkan tugas kerajaan. Hal ini tentu akan menjadi hidup baru, terutama bagi Harry yang selama ini telah mengemban begitu banyak tugas kerajaan. Namun, setelah ini, mereka berjanji akan tetap menjunjung nilai-nilai Kerajaan Inggris.

Pengaturan terbaru mengenai Harry dan Meghan akan mulai berlaku pada musim semi 2020. Keduanya akan membagi kehidupan mereka di Kanada dan Inggris. Kediaman Frogmore Cottage akan tetap menjadi kediaman mereka saat di Inggris.

Tekanan media Inggris diperkirakan menjadi salah satu penyebab langkah mereka. Laman the Independent melaporkan, Meghan mendapat pemberitaan negatif lebih banyak dari menantu Ratu Elizabeth II lainnya, Kate Middleton.

Analisis data yang dilakukan the Guardian menunjukkan, 43 persen berita tentang Meghan pada Mei 2018 hingga pertengahan Januari 2019 memiliki nada negatif.

Dari 843 artikel yang diterbitkan 14 koran, hanya 20 persen yang bernada positif. Sementara, 36 persen berita tersebut netral.

Hal ini berbeda dengan pemberitaan terhadap Kate pada kurun waktu yang sama. Sebagian besar artikel tentang Kate umumnya positif atau netral.

Dari 144 artikel tentang Kate, 45 persen bernada positif. Sementara, 47 persen bernada netral dan hanya delapan persen yang bernada negatif. n ap ed: yeyen rostiyani

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA