Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Malaysia Kembalikan 150 Kontainer Sisa Sampah Plastik

Senin 20 Jan 2020 16:28 WIB

Red: Friska Yolanda

Petugas melewati kontainer berisi sampah plastik dari Australia di Pelabuhan Klang, Malaysia. Malaysia mengembalikan 150 kontainer berisi sampah plastik ke negara asalnya.

Petugas melewati kontainer berisi sampah plastik dari Australia di Pelabuhan Klang, Malaysia. Malaysia mengembalikan 150 kontainer berisi sampah plastik ke negara asalnya.

Foto: AP Photo/Vincent Thian
Pemerintah tegas memerangi pencemaran sampah plastik lintas negara.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pemerintah Malaysia telah berhasil mengembalikan 150 kontainer sisa sampah sebanyak 3,373 metrik ton ke negara-negara asal pengekspor sejak semester ketiga tahun lalu. Pengembalian dilakukan di tiga pelabuhan utama Malaysia.

Baca Juga

Menteri Tenaga, Sains, Teknologi, Alam Sekitar dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin mengemukakan hal itu saat inspeksi di Pelabuhan Terminal Kontainer Utara Butterworth (NBCT), Negara Bagian Penang, Senin (20/1).

"Malaysia telah mengantar pulang 150 kontainer sisa plastik ke negara pengeskspor tanpa biaya sama sekali. Pemerintah tegas akan terus memerangi pencemaran melintas perbatasan negara," katanya.

Yeo Bee Yin juga merilis daftar jumlah kontainer yang dikirim ke sejumlah negara pengekspor hingga 17 Januari 2020. Dari 150 kontainer tersebut sebanyak 40 kontainer dikirim ke Perancis, Inggris (42), Amerika Serikat (17), Kanada (11), Spanyol (10) dan Hong Kong (9). Kemudian Jepang lima kontainer, Singapura (4), Portugal (3), China (3) sedangkan Bangladesh, Sri Lanka dan Lithuania masing-masing satu kontainer.

Menurut Kementrian Tenaga, Sains, Teknologi, Alam Sekitar dan Perubahan Iklim Malaysia semua kontainer diantar melalui tiga pelabuhan utama yaitu Pelabuhan Barat dan Utara Klang, Pulau Pinang dan Pelabuhan Sarawak. Biaya pengiriman kembali sampah plastik tersebut ditanggung oleh pihak pengimpor atau perusahaan perkapalan.

"Pemerintah memandang serius terhadap isu kedatangan sisa plastik ilegal ke negara ini dan akan mengambil tindakan sewajarnya bagi memastikan Malaysia tidak menjadi tong sampah dunia," katanya.

Yeo Bee Yin mengatakan rencananya 110 sisa kontainer sampah plastik akan diantar pulang ke negara pengekspor sebelum pertengahan tahun ini. Dia mengatakan dari jumlah tersebut 60 kontainer dari Amerika Serikat, Kanada (15), Jepang, (14), Inggris (9), Belgia (8) dan negara-negara lain.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Direktur Jabatan Alam Sekitar (JAS), Norlin Jaafar dan perwakilan Pemerintah Negara Bagian Penang dan DPRD setempat, Phee Boon Poh.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA