Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Wabah Virus Corona, Korea Utara Larang Turis Asing Masuk

Selasa 21 Jan 2020 23:15 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Seorang wisatawan tengah berfoto di Monumen pemerintahan Korea Utara. Mulai Rabu (22/1), Korea Utara tutup akses turis asing masuk ke negaranya menyusul merebaknya pneumonia akibat virus korona jenis baru.

Seorang wisatawan tengah berfoto di Monumen pemerintahan Korea Utara. Mulai Rabu (22/1), Korea Utara tutup akses turis asing masuk ke negaranya menyusul merebaknya pneumonia akibat virus korona jenis baru.

Foto: CNN
Korea Utara sementara waktu menutup akses bagi turis asing untuk masuk ke negaranya.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Seorang operator tur asing, Selasa, mengatakan, Korea Utara untuk sementara waktu melarang turis asing memasuki negara itu karena penyebaran virus corona baru yang mematikan di Cina. Sebagian besar wisatawan ke Korea Utara berasal dari Cina, pendukung utama Pyongyang.

Young Pioneer Tours, sebuah perusahaan perjalanan petualangan yang berbasis di Cina, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mulai Rabu, Korea Utara untuk sementara waktu menutup perbatasannya dengan semua turis asing sebagai tindakan pencegahan terhadap virus, yang telah dengan cepat menyebar dari kota Wuhan di Cina.

"Saya telah mengonfirmasikan bahwa DPRK (Korea Utara) untuk sementara waktu akan menangguhkan semua turis asing memasuki Korea Utara sampai mereka merasa virus corona terkendali dengan baik," kata Rowan Beard dari Young Pioneer Tours kepada Reuters, merujuk ke Korea Utara dengan inisial nama resminya.

Rincian lebih lanjut belum dikonfirmasi oleh mitra perjalanan perusahaan di Korea Utara, kata pernyataan Young Pioneer Tours. Seorang manajer di perusahaan wisata asing lain yang dihubungi oleh Reuters mengatakan mereka juga telah diberitahu tentang langkah tersebut, tetapi belum jelas siapa yang akan terpengaruh oleh kebijakan seperti itu, dengan rincian lebih lanjut diharapkan pada hari Rabu.

Ketakutan semakin bertambah karena virus itu, yang dapat disebarkan melalui kontak manusia, dengan jutaan orang Asia bepergian untuk liburan Tahun Baru Imlek pekan ini. Di Cina, jumlah kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 291 pada hari Senin.

Pariwisata adalah salah satu cara utama terakhir agar Korea Utara dapat memperoleh uang tunai, karena sanksi internasional membatasi banyak bentuk bisnis lainnya dengan negara yang terisolasi secara politik. Korea Utara diperkirakan menghasilkan jutaan dolar dari aliran wisatawan Cina yang stabil.

Maskapai penerbangan murah Korea Selatan T'way Air mengatakan pada Selasa bahwa mereka telah menunda jadwal peluncuran rute baru ke Wuhan karena kekhawatiran akan penyebaran virus corona baru.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA