Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Agen Tur China Dilarang Masuk Korut demi Cegah Corona

Rabu 22 Jan 2020 10:01 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Wisatawan yang melakukan perjalanan dengan agen tur China dilarang masuk ke Korut. Ilustrasi.

Wisatawan yang melakukan perjalanan dengan agen tur China dilarang masuk ke Korut. Ilustrasi.

Foto: Pxhere
Wisatawan yang melakukan perjalanan dengan agen tur China dilarang masuk ke Korut

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Korea Utara (Korut) melarang masuknya wisatawan asing yang melakukan perjalanan bersama dengan perusahaan wisata Young Pioneer Tours. Grup wisata ini berbasis di China dan memiliki spesialisasi untuk menawarkan perjalanan wisata ke Korut.

Young Pioneer Tours dalam sebuah pernyataan mengatakan Korut menetapkan larangan sementara sebagai tindakan pencegahan terhadap wabah infeksi virus corona. Grup wisata lain yang juga kerap membawa turis ke Korut yakni Koryo Tours juga mendapatkan larangan serupa.

"Rincian lebih lanjut masih belum dikonfirmasi oleh mitra perjalanan kami di Korea Utara dan kami akan terus membuat semua pengumuman di masa depan di situs web kami," kata Young Pioneer Tours dalam sebuah pernyataan yang dilansir BBC, Rabu (22/1).

Beberapa ahli sebelumnya telah memperingatkan bahwa sanksi internasional terhadap Korut telah menghantam sistem kesehatan negara itu. Pengiriman bantuan dan peralatan medis telah dibatasi di Korut.

November lalu, dokter asal Amerika Serikat (AS) Kee B Park mengunjungi Korut dan menulis di USA Today mengenai sistem kesehatan di negara tersebut. Dalam tulisannya, Park melihat sendiri bagaimana para dokter di Korut harus beradaptasi dengan kelangkaan peralatan medis. Menurutnya, sistem kesehatan di Korut sangat memprihatinkan.

"Misalnya, mereka menggunakan kembali kateter intravena, pisau bedah, kain kasa, dan sarung tangan. Mereka dengan secara cermat membersihkan dan mensterilkan ulang peralatan tersebut, sampai tidak dapat digunakan lagi," ujar Park.

Sebanyak 291 kasus kini telah dilaporkan terjadi di kota-kota besar di China, termasuk Beijing dan Shanghai. Penyakit ini pertama kali diidentifikasi di Wuhan pada tahun lalu. Wabah virus corona awalnya diyakini terkait dengan pasar makanan laut yang juga menjual hewan hidup.

Selain AS, dua kasus telah diidentifikasi di Thailand, satu kasus di Jepang, satu kasus di Korea Selatan, dan satu kasus di Taiwan. Semua pasien yang terinfeksi virus corona baru saja kembali dari Wuhan.

Pihak berwenang di beberapa negara termasuk Australia, Singapura, Hong Kong, Taiwan, dan Jepang telah meningkatkan pemeriksaan terhadap penumpang pesawat udara dari Wuhan. Pemerintah AS pekan lalu mengumumkan langkah serupa di bandara di San Francisco, Los Angeles, dan New York. Mereka sekarang telah mengumumkan rencana untuk melakukan tindakan serupa di bandara Chicago dan Atlanta pekan ini.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA