Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Otoritas Kesehatan AS Lacak Penyebaran Virus Corona

Rabu 22 Jan 2020 10:23 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

CDC melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pria yang terpapar virus korona. Ilustrasi.

CDC melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pria yang terpapar virus korona. Ilustrasi.

Foto: EPA
CDC melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pria yang terpapar korona

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengumumkan kasus pertama akibat virus corona pada Selasa (21/1) pada seorang pria. Saat ini CDC dan otoritas Washington sedang melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pria tersebut sejak kembali dari Wuhan sebab virus corona dapat menular dari manusia ke manusia.

"Kami yakin risikonya bagi publik rendah," ujar pejabat kesehatan Washington John Wiesman dikutip laman CNN.

Warga AS yang tertular virus corona itu kini sedang diisolasi di Providence Regional Medical Center di Everett, Washington. Pria berusia 30-an tahun itu diketahui telah melakukan perjalanan ke Wuhan.

Dia tiba di Seattle-Tacoma International Airport pada 15 Januari. Saat itu, pemeriksaan virus corona belum dimulai di bandara AS. Ia mencari perawatan medis pada 19 Januari.

Akhir pekan lalu, CDC memulai pemeriksaan kesehatan bagi para penumpang yang baru kembali dari Wuhan di Bandara Internasional John.F Kennedy, Los Angeles, dan San Francisco. Para petugas memeriksa suhu tubuh dan observasi gejala seperti batuk dan sesak napas.

CDC telah meningkatkan peringatan perjalanan ke Wuhan dari level satu ke level dua dari tiga level yang mungkin. Pada level tersebut warga diimbau mempraktikkan tindakan pencegahan yang ditingkatkan.

Virus corona telah menginfeksi lebih dari 300 orang di China. Tak hanya di Wuhan, virus tersebut kini telah tersebar ke beberapa kota seperti Beijing, Shanghai, dan Shenzhen. Beberapa negara seperti Thailand, Korea Selatan (Korsel), dan Jepang juga telah menemukan adanya virus tersebut. Hingga kini virus itu telah membunuh enam orang.

Virus corona Wuhan ada dalam keluarga yang sama dengan sindrom pernapasan akut atau SARS dan MERS. SARS membunuh lebih dari 700 orang pada 2002-2003. Sedangkan MERS menyebabkan 449 orang meninggal pada 2015.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA