Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Bertemu Presiden Irak, Trump Bahas Penurunan Jumlah Pasukan

Rabu 22 Jan 2020 22:28 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu dengan Presiden Irak Barham Salih di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu (22/1). Keduanya membahas pengurangan jumlah pasukan di Irak.

Presiden AS Donald Trump (kanan) bertemu dengan Presiden Irak Barham Salih di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Rabu (22/1). Keduanya membahas pengurangan jumlah pasukan di Irak.

Foto: AP
Trump bertemu Presiden Irak Barham Salih di Davos, Rabu.

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Presiden Irak Barham Salih bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Davos, Swiss, pada Rabu. Mereka membicarakan penurunan jumlah pasukan di Irak, menurut kantor kepresidenan Irak.

Pembicaraan berlangsung setelah Washington pada awal Januari menolak permintaan Irak untuk menarik pasukannya dari negara itu. "Penurunan jumlah tentara asing serta kepentingan menghormati tuntutan rakyat Irak untuk menjaga kedaulatan negara dibahas selama pertemuan itu," bunyi pernyataan kantor tersebut.

Parlemen Irak pada 5 Januari mengesahkan resolusi tak mengikat, yang memuat permintaan kepada pemerintah agar mengakhiri keberadaan pasukan asing di Irak. Permintaan itu diajukan setelah serangan udara AS menewaskan jenderal Iran Qassem Soleimani dan komandan milisi Irak Abu Mahdi al-Muhandis.

Pembunuhan Soleimani, yang dibalas Teheran dengan melancarkan tembakan rudal balistik ke dua pangkalan militer Irak yang ditempati pasukan AS, menyoroti pengaruh kekuatan-kekuatan asing di Irak, terutama Iran dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi telah meminta Washington untuk bersiap-siap menarik pasukan AS, sesuai dengan keputusan parlemen Irak.

Baca Juga

Akan tetapi, pemerintah Trump menolak permintaan itu. Washington kemudian mengatakan bahwa pihaknya sedang menjajaki kemungkinan memperluas misi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Irak, sebuah rencana untuk berbagi beban di kawasan tersebut.

sumber : Antara, Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA