Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

PBB: Ada Bukti Saudi Meretas Ponsel Bos Amazon

Kamis 23 Jan 2020 10:40 WIB

Red: Budi Raharjo

Amazon CEO Jeff Bezos.

Amazon CEO Jeff Bezos.

Foto: Reuters/Jason Redmond
Ponsel Bezos diretas melalui video yang dikirim akun Whatsapp Putra Mahkota Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, SAN FRANCISCO -- Dua pejabat PBB menyebutkan, ada bukti cukup kuat yang menunjukkan Arab Saudi telah meretas telepon seluler (ponsel) milik CEO Amazon Jeff Bezos. Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan as-Saud menyebut informasi ini absurd.

Laporan ini bermula dari temuan para ahli keamanan siber FTI Consulting yang disewa Bezos. Tim ahli menyimpulkan bahwa sebagian besar data di ponsel Bezos bocor sekitar satu bulan setelah video yang dikirim pada pertengahan 2018. Analisis forensik menyimpulkan bahwa ponsel Bezos diretas melalui video yang dikirim dari akun Whatsapp milik Putra Mahkota Saudi Pangeran Muhammad bin Salman (MBS).

Dua pejabat PBB itu adalah Agnes Callamard yang merupakan pelapor khusus PBB untuk kasus pembunuhan sewenang-wenang oleh penguasa dan David Kaye selaku pelapor khusus untuk kebebasan berpendapat. Keduanya dijadwalkan membuat pernyataan ke publik yang menyatakan bahwa ada bukti kuat untuk menunjukkan analisis forensik yang dilakukan FTI Consulting dapat dipercaya. Laporan itu juga menyebutkan Saudi meretas telepon Bezos.

Laman the Guardian pertama kali melaporkan dugaan keterlibatan Putra Mahkota MBS dalam meretas ponsel Bezos. The Guardian melaporkan, ada pesan terenkripsi dari nomor yang digunakan oleh putra mahkota dan diyakini telah menyertakan file yang menyusup ke telepon Bezos. File tersebut mengekstraksi sebagian besar data yang ada di ponsel Bezos.

Menlu Saudi Pangeran Faisal menampik tudingan ini, Rabu. Menurut dia, tudingan itu bagian dari upaya merusak citra Saudi.

"Absurd adalah kata yang tepat," katanya saat diwawancara Reuters di Davos, Swiss. "Gagasan bahwa Putra Mahkota (Saudi) meretas ponsel Jeff Bezos adalah benar-benar dungu."

Kedutaan Besar Arab Saudi di AS menolak laporan peretasan itu. Dalam cicitan di Twitter, kedutaan menyebut laporan peretasan ponsel Bezos oleh MBS tidak masuk akal.

“Laporan media baru-baru ini yang menunjukkan kerajaan berada di belakang peretasan telepon Jeff Bezos tidak masuk akal. Kami menyerukan penyelidikan atas klaim ini sehingga kami dapat mengungkap semua fakta,” ujar pernyataan Kedutaan Arab Saudi di AS.

Terkait Kashoggi

Hubungan antara Bezos dan Pemerintah Saudi telah memburuk sejak awal tahun lalu. Renggangnya hubungan mereka dipicu setelah Bezos menyinggung ketidaksenangan Arab Saudi tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, yang ditulis oleh Washington Post. Bezos adalah pemilik Washington Post.

Kepala keamanan Bezos mengatakan, Saudi memiliki akses ke ponsel Bezos dan dapat memperoleh informasi pribadi, termasuk pesan singkat antara bos Amazon dan seorang mantan pembawa acara televisi. Tabloid National Enquirer kemudian menulis tentang kencan yang dilakukan Bezos dengan mantan pembawa acara televisi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, Amazon enggan memberikan komentar. n rizky jaramaya/reuters, ed: yeyen rostiyani

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA