Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Perseteruan Biden dan Sanders Meruncing

Kamis 23 Jan 2020 15:20 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Joe Biden

Joe Biden

Foto: EPA/Sergey Dolzhenko
Biden dan Sanders saling serang dalam kampanye kandidat calon presiden AS.

REPUBLIKA.CO.ID, MASON CITY -- Menjelang pertemuan di Iowa perselisihan antara dua kandidat calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat yakin mantan wakil presiden Biden Joe Biden dan senator asal Vermont Bernie Sanders kian menajam. Hal itu terutama dalam isu Jaminan Keamanan Sosial dan kepemilikan senjata api.

Baca Juga

Pada Selasa (23/1) tengah malam waktu setempat, tim kampanye Biden merilis sebuah video yang menuduh Sanders 'tidak jujur'. Sementara itu, Sanders menyerang Biden melalui media sosial Twitter.

"Mari jujur, Joe, selama berpuluh-puluh tahun salah satu di antara kita berusaha memotong Jaminan Keamanan Sosial, dan salah satunya tidak," kata Sanders, Kamis (21/).

Sanders menuduh Biden saat menjadi senator asal Delaware ia mengadvokasi kesepakatan anggaran yang akan membatasi pengeluaran pemerintah dari waktu ke waktu. Selama berpuluh-puluh tahun di Capitol Hill, Biden memang mendukung amandemen konstitusi yang mendorong pemerintah menerapkan prinsip anggaran berimbang.

Namun, menurutnya kesepakatan itu tidak akan 'memotong' tunjangan Jaminan Keamanan Sosial. Dalam kampanyenya saat ini, Biden mengusulkan perluasan manfaat Jaminan Keamanan Sosial.

Ia juga berjanji akan menambah pendapatan Jaminan Keamanan Sosial. Caranya, dengan meningkatkan batas pendapatan orang yang penghasilannya dipotong untuk Jaminan Keamanan Sosial.

Pada Rabu (22/1), diam-diam Biden mengakui selama bertahun-tahun posisinya dalam isu Jaminan Keamanan Sosial semakin ke kiri. Tapi, Biden juga menyerang Sanders dalam isu kepemilikan senjata api. Pemilih Partai Demokrat sangat memperhatikan isu tersebut.

Dalam wawancaranya dengan stasiun televisi MSNBC, Biden mengatakan Sanders 'mendukung untuk memberi perlindungan pada pabrik senjata'. Biden menyinggung tentang dukungan Sanders untuk memberikan kekebalan pabrik senjata dari pertanggung jawaban sipil.

Pada pemilihan presiden 2016 Hillary Clinton juga menyerang Sanders dalam isu ini. Biden mengatakan Sanders mengubah posisinya dalam isu kontrol kepemilikan senjata api demi meraih suara pendukung Partai Demokrat.

"Ia mengindikasi itu hanya masa lalu," kata Biden.

Serangan itu terjadi ketika para kandidat presiden dari Partai Demokrat saling berseteru satu sama lain. Ketegangan di partai tersebut semakin tinggi setelah muncul film dokumenter yang menayangkan serangan Clinton terhadap Sanders.

Sisa permusuhan yang terjadi pada pemilihan presiden 2016 lalu. Hal itu menimbulkan kekhawatiran Partai Demokrat sulit untuk bersatu dan mengalahkan Presiden Donald Trump.  

Ketegangan sempat mendingin ketika Sanders harus tetap berada di Washington untuk bertindak sebagai juri dalam sidang pemakzulan Trump dan menghentikan sementara kampanyenya. Sementara, Biden mengatakan Partai Demokrat dan rakyat Amerika harus bersatu.

"Kami tidak hanya harus menyatukan partai kami, kami harus menyatukan negeri kami," kata Biden di Mason City, Iowa.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA