Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Kasus Pertama Virus Corona Terdeteksi di Arab Saudi

Jumat 24 Jan 2020 11:10 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolanda

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan merawat pasien yang diduga terpapar virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan merawat pasien yang diduga terpapar virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Handout via REUTERS
Virus corona terdeteksi pada seorang perawat India yang bekerja RD Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Virus corona jenis baru terdeteksi pada seorang perawat India yang bekerja di sebuah rumah sakit di barat daya Arab Saudi. Hal itu diumumkan menteri negara India untuk urusan luar negeri, Kamis (23/1) waktu setempat.

Baca Juga

"Sekitar 100 perawat India yang sebagian besar dari Kerala bekerja di Rumah Sakit Al-Hayat telah diuji dan tidak ada kecuali satu perawat ditemukan terinfeksi oleh Coronavirus," kata Shri Muraleedharan dikutip Anadolu Agency, Jumat (24/1).

Perawat dari negara bagian paling selatan India telah dikarantina di rumah sakit. Dia dirawat di Rumah Sakit Nasional Aseer dan sedang dalam pemulihan.

Hingga kini, Cina melaporkan sebanyak 571 orang terinfeksi coronavirus tipe baru (2019-nCoV). Sudah 17 orang telah meninggal akibat virus yang mirip dengan sindrom pernapasan akut yang parah (SARS) ini.

Virus dengan gejala seperti pneumonia telah menyebar ke kota-kota besar termasuk Beijing, Shanghai, Chongqing, Guangzhou, dan Shenzhen. Sementara Jepang, Thailand, Korea Selatan, Singapura, dan AS juga telah mengonfirmasi kasus-kasus virus tersebut sementara Australia sedang menguji satu orang untuk itu.

Menurut kantor berita Yonhap, Korea Utara untuk sementara waktu menutup perbatasannya dengan Cina sebagai tindakan pencegahan setelah wabah menyebar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunda keputusan untuk menyatakan virus itu darurat kesehatan global. WHO mengatakan dokter membutuhkan informasi lebih lanjut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA