Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Virus Corona Meluas, China Bangun Rumah Sakit Lapangan

Sabtu 25 Jan 2020 09:26 WIB

Red: Nur Aini

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan merawat pasien yang diduga terpapar virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan merawat pasien yang diduga terpapar virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Handout via REUTERS
Wilayah endemis virus corona jenis baru di China diperluas ke empat kota selain Wuhan

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Wilayah endemis virus corona jenis baru yang menyebabkan radang paru-paru (pneumonia) berat hingga mengancam nyawa penderitanya di Provinsi Hubei, China, diperluas. Sedangkan, pembangunan rumah sakit lapangan di China dipercepat.

Baca Juga

Kementerian Perhubungan China di Beijing, Jumat (24/1), menyebutkan empat kota di Provinsi Hubei selain Wuhan, yakni Huanggang, Ezhou, Zhijiang, dan Qianjiang ditutup total. Semua akses transportasi menuju lima kota di wilayah tengah China itu untuk sementara tidak bisa digunakan, demikan Kemenhub dikutip media resmi setempat, Sabtu.

Sampai saat ini, 830 orang di 29 provinsi dan daerah di China dinyatakan terpapar virus yang dinamai 2019-nCoV oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan 1.072 orang berstatus terduga. Di antara jumlah itu, terdapat 34 orang diizinkan meninggalkan rumah sakit. Sebanyak 25 pengidap virus tersebut meninggal dunia, 24 di antaranya berasal dari Provinsi Hubei dan seorang lagi dari Provinsi Hebei.

Dalam menangani wabah mematikan itu, Pemerintah Kota Wuhan mengadopsi pola penanganan wabah SARS yang diterapkan oleh Pemkot Beijing pada 2003. Wuhan mulai membangun rumah sakit lapangan di atas lahan seluas 25.000 meter persegi, Jumat (24/1), dan diperkirakan sudah bisa difungsikan pada 3 Februari mendatang.

Di atas rumah sakit lapangan itu akan terpasang 1.000 unit ranjang untuk menampung pasien yang mengalami pneumonia berat. Persis yang dilakukan Beijing pada 17 tahun yang lalu dengan membangun Rumah Sakit Xiaotangshan dalam waktu hanya tujuh hari ketika wabah SARS menyerang wilayah Ibu Kota China itu secara sporadis.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA