Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Australia Konfirmasi Kasus Pertama Virus Corona

Sabtu 25 Jan 2020 13:15 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Australia mengonfirmasi kasus pertama dari virus corona jenis baru di Melbourne. Ilustrasi.

Australia mengonfirmasi kasus pertama dari virus corona jenis baru di Melbourne. Ilustrasi.

Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Handout via REUTERS
Australia mengonfirmasi kasus pertama dari virus corona jenis baru di Melbourne

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Australia mengonfirmasi kasus pertama dari virus corona jenis baru di Melbourne, Sabtu (25/1). Satu warga China yang mendarat di Melbourne sebelumnya bertandang dari kota Wuhan yang kini telah terdeteksi terjangkit virus corona baru.

"Seorang warga Cina berusia 50-an tahun berasal dari Wuhan, kini berada dalam kondisi stabil di rumah sakit Melbourne setelah tiba dari Cina pada 19 Januari dalam penerbangan dari Guangzhou," ujar Menteri Kesehatan Victoria, Jenny Mikakos. "Penting untuk ditekankan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir bagi masyarakat," ujarnya menambahkan.

Di New South Wales, pejabat kesehatan mengatakan pihaknya menduga dua kasus dengan virus corona. Namun hasil tesnya belum pasti dan akan diketahui di kemudian hari.

Baca Juga

Hingga kini, sudah 41 kematian akibat virus corona tercatat di seluruh China. Lebih dari 1.300 kasus terinfeksi secara global, meski sebagian besar kasus terjadi di Wuhan. Di Wuhan, seluruh kota sudah terisolasi dengan pembatasan bahkan pentupan sistem transportasinya.

Kepala Petugas Medis Australia Brendan Murphy memprediksi virus corona akan timbul di Australia sebab perjalanan yang signifikan dari kota Wuhan ke Australia di masa lalu. "Ini adalah kasus pertama yang dikonfirmasi," ujar Murphy.

"Ada kasus-kasus lain yang sedang diuji setiap hari, banyak dari mereka negatif, tetapi saya tidak akan terkejut jika kami memiliki kasus yang dikonfirmasi lebih lanjut," ujar Murphy menambahkan.

Berita itu menyebar dengan cepat di Melbourne. Pada Sabtu tengah hari waktu setempat banyak orang bergegas ke apotek untuk membeli masker sebagai bagian dari perlindungan penularan virus corona.

"Saya telah mengunjungi sembilan apotek, semuanya habis," kata seorang mahasiswa Institut Teknologi Royal Melbourne yang berusia 22 tahun, June. Dia berasal dari Shanghai. "Dan saya membutuhkan masker, kita semua membutuhkannya," katanya lagi.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Kamis lalu mengatakan, Australia memiliki persediaan nasional lebih dari 10 juta masker pelindung jika terjadi wabah virus corona. Empat apotek yang dikunjungi oleh Reuters di pusat Melbourne mengatakan, pihaknya telah menjual habis masker.

Masker yang laku terjual juga sebagai bagian dari dampak kebakaran hutan yang menyelimuti Melbourne dan kota-kota lain dalam kabut beracun. Namun, lonjakan permintaan datang bahkan ketika beberapa pejabat memperingatkan tentang efektivitas masker wajah.

"Masker wajah tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh anggota masyarakat di Victoria untuk pencegahan infeksi seperti coronavirus baru," kata departemen kesehatan Victoria dalam sebuah pernyataan.

Warga Australia diimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke provinsi Hubei, China. Pemerintah sudah mengeluarkan Travel Advisory untuk warganya tidak ke China.

Kendati demikian, Australia adalah tujuan populer bagi orang China. Angka itu dilihat dari sekitar 1,4 juta kedatangan jangka pendek dari China tahun lalu. Warga China adalah sumber pengunjung asing terbesar ke negara itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA