Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Corona Mewabah, Starbucks Tutup Semua toko di Hubei China

Ahad 26 Jan 2020 04:00 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan merawat pasien yang diduga terpapar virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan merawat pasien yang diduga terpapar virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Handout via REUTERS
Wabah virus corona telah mengakibatkan 41 korban meninggal di China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Wabah virus corona memaksa Starbucks menutup semua toko dan menunda jasa pengiriman di provinsi Hubei, China, selama libur Tahun Baru Imlek. Wabah yang bermula dari Wuhan, ibu kota provinsi itu, sejauh ini mengakibatkan 41 korban tewas, yang semuanya di China.

Baca Juga

Perusahaan dan jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat itu pada Sabtu mengatakan tindakan itu dilakukan atas "kepedulian kesehatan" bagi pelanggan dan karyawannya, demikian sebuah unggahan pada Weibo, media sosial China yang serupa Twitter. Hubei adalah kawasan berpenduduk hampir 60 juta orang.

Saat ini otoritas di China menutup akses keluar masuk penduduk. Bandara, stasiun kereta dan jalan tol memasuki Wuhan ditutup untuk mencegah penyebaran lebih luas virus yang diduga ditularkan lewat hewan kelelawar dan ular itu.

Dilansir laman Channel News Asia, Komisi Kesehatan Nasional Cina dalam pernyataan terpisah mencatat, setidaknya sebanyak 444 kasus baru virus itu telah terdeteksi. Sehingga, meningkatkan angka dari jumlah kasus virus corona menjadi 1.287.

Virus corona baru yang mirip SARS itu telah menyebar ke 30 provinsi, daerah otonom dan kota. Akibatnya, Wuhan dan 13 kota lainnya di China telah diisolasi dalam upaya pencegahan penularan virus. Hal itu belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, virus itu telah menyebar ke negara-negara Asia, Amerika Serikat, dan Eropa, yang terbaru pasien terduga terkena virus corona di Prancis.

Komisi Kesehatan Hubei juga melaporkan 180 kasus baru secara keseluruhan di provinsi tersebut. Sebanyak 77 di antaranya ada di Wuhan, meski sebagian besar sisanya tersebar di kota-kota kecil yang telah terisolasi. Kini, ada 729 kasus orang terjangkit virus corona hanya di Hubei saja.

Virus corona yang baru diidentifikasi telah menciptakan kepanikan, karena yang terbaru dari para ahli, virus ini dapat menular antar-manusia. Virus itu dapat menyebabkan pneumonia, yang telah mematikan dalam beberapa kasusnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA