Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Sebanyak 56 Warga China Meninggal Akibat Virus Corona

Ahad 26 Jan 2020 11:05 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Endro Yuwanto

 Warga berbelanja dengan mengenakan masker di sebuah supermarket di Kota Wuhan, Sabtu (25/1).  Pemerintah China mengisolasi Kota Wuhan sebagai pusat penyebaran virus corona yang telah menginfeksi sekitar ratusan warga Wuhan dan menewaskan puluhan lainnya.

Warga berbelanja dengan mengenakan masker di sebuah supermarket di Kota Wuhan, Sabtu (25/1). Pemerintah China mengisolasi Kota Wuhan sebagai pusat penyebaran virus corona yang telah menginfeksi sekitar ratusan warga Wuhan dan menewaskan puluhan lainnya.

Foto: Chinatopix via AP
Saat ini, jumlah warga China yang terinfeksi virus corona mencapai 1.975 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Jumlah kematian akibat virus corona di China terus meningkat. Hingga kini, sebanyak 56 orang tercatat telah meninggal.

Hal tersebut dilaporkan China Central Televison (CCTV) dan dilansir Reuters pada Ahad (26/1). Saat ini jumlah warga China yang terinfeksi virus corona mencapai 1.975 orang.

Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa negaranya dalam kondisi genting. Pada Sabtu (25/1), Xi mengadakan pertemuan politbiro guna membahas langkah-langkah penanganan wabah.

Virus corona baru atau dikenal dengan istilah Novel 201 coronavirus (2019 n-Cov) mula terdeteksi di Kota Wuhan pada Desember 2019. Sejumlah warga di sana tiba-tiba menderita penyakit pneumonia misterius.

Penyakit itu diketahui disebabkan oleh virus corona baru. Saat penelitian sedang dilakukan, virus dengan cepat menyebar. Saat ini, sejumlah negara seperti Prancis, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan lainnya telah mengonfirmasi adanya kasus virus corona di tempat masing-masing.

China telah mengisolasi Wuhan. Hal itu dilakukan guna mencegah virus kian mewabah. Otoritas kesehatan pun sedang membangun dua rumah sakit baru di kota tersebut. Sebanyak 2.300 ranjang dipersiapkan untuk merawat pasien.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA