Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Evakuasi Warga Prancis dari Wuhan Dimulai Tengah Pekan Ini

Senin 27 Jan 2020 08:37 WIB

Red: Ratna Puspita

Isolasi Kota Wuhan karena virus corona. Pemerintah Prancis berharap dapat mengevakuasi ratusan warga negaranya dari wilayah Wuhan di China, pusat wabah virus corona, pertengahan pekan ini.

Isolasi Kota Wuhan karena virus corona. Pemerintah Prancis berharap dapat mengevakuasi ratusan warga negaranya dari wilayah Wuhan di China, pusat wabah virus corona, pertengahan pekan ini.

Foto: Republika
Menkes Prancis menyatakan pemindai suhu bagi penumpang dari China tak efektif.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pemerintah Prancis berharap dapat mengevakuasi ratusan warga negaranya dari wilayah Wuhan di China, pusat wabah virus corona. Prancis ingin menjemput sekitar ratusan dari 800 warga negara mereka yang tinggal di daerah Wuhan.

Baca Juga

Mereka akan ditempatkan di karantina selama 14 hari guna menghindari penyebaran virus di Prancis. "Warga negara Prancis akan dipulangkan melalui jalur udara, dengan kesepakatan dari otoritas China. Proses ini akan berlangsung pada pertengahan pekan," kata Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn kepada awak media.

Buzyn mengatakan langkah itu menyusul penemuan tiga infeksi virus corona di Prancis pada Jumat, yakni tiga warga negara China, tidak ada kasus terkonfirmasi lebih lanjut. Langkah ini karena setiap keputusan soal pelarangan penerbangan dari China akan ditentukan oleh Uni Eropa.

Sementara Buzyn menolak seruan penggunaan pemindai suhu bagi penumpang yang terbang dari China, yang dinilainya tidak efektif. Menurutnya, pemindai suhu memberikan kesan aman, tetapi tidak membantu.

Sebab, gejala penyakit dapat muncul kemudian dan aspirin mampu menurunkan suhu badan untuk sementara. "Terbukti tiga pasien dengan virus corona terkonfirmasi di Prancis tidak akan terdeteksi dengan pemindai suhu. Mereka semua tiba di sini tanpa adanya demam dan menunjukkan gejala penyakit," katanya.

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA