Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Ilmuwan China Kembangkan Vaksin untuk Melawan Virus Corona

Senin 27 Jan 2020 11:00 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan dengan pakaian hazmat saat merawat pasien virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Pusat Wuhan dengan pakaian hazmat saat merawat pasien virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1).

Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Handout via REUTERS
Para ilmuwan China telah mengisolasi virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Para ilmuwan China sedang mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona yang telah menewaskan 56 orang. Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit China (CDC) menyatakan, para peneliti telah mengisolasi virus tersebut.

Baca Juga

South China Morning Post melaporkan, Direktur CDC, Xu Wenbo mengatakan, para peneliti telah menggunakan sampel genetik untuk mengidentifikasi patogen, satu hari setelah empat sampel pertama dikirim dari Wuhan pada 2 Januari. Jumlah kasus dan kematian akibat virus korona telah menyebar cepat dalam waktu 36 jam di China daratan.

Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan, jumlah kematian telah meningkat menjadi 56 pada Ahad dengan 1.975 kasus telah dikonfirmasi. Angka-angka ini menandai ada lompatan besar persebaran virus corona dalam 24 jam.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying mengatakan, pemerintah China telah membuat pengaturan yang sesuai untuk memberikan bantuan yang diperlukan. Percepatan penyebaran virus corona ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah China. Sementara itu, media pemerintah melaporkan bahwa Komite Sentral Partai Komunis telah membentuk kelompok untuk mengatasi wabah virus tersebut.

Sebelumnya, Presiden Cina Xi Jinping telah memerintahkan semua pihak untuk mencegah dan mengendalikan wabah virus corona. Xi juga meminta semua pihak agar pencegahan wabah virus corona menjadi prioritas mereka.

"Ini adalah tanggung jawab kita untuk mencegah dan mengendalikannya," ujar Xi.

Setelah pertemuan para pejabat tinggi pemerintah pada Sabtu lalu, sebagian besar kota di hCina telah mengatur lalu lintas transportas sebagai langkah untuk menghentikan penyebaran virus corona. Shantou, yang merupakan provinsi di selatan Guangdong baru-baru ini mengumumkan tentang pembatasan lalu lintas kendaraan di kotanya.

Pemerintah Shantou mengatakan, mereka akan menghentikan mobil, kapal, dan orang-orang yang datang ke kota itu pada Senin (27/1). Shantou menjadi salah satu kota yang membatasi pergerakan kendaraan dan orang paling ketat di China.

Sementara itu, menurut kantor berita Xinhua, 30 provinsi di China telah menyatakan tanggap darurat tingkat pertama. Pada Sabtu lalu, Mongolia Dalam, Ningxia, Heilongjiang, Jilin, Liaoning, Shanxi, Shaanxi, Henan, Gansu, Qinghai, Xinjiang dan Hainan juga menyatakan tanggap darurat tingkat pertama sebagai respons atas penyebaran wabah virus corona. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA