Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Tak Ada WNI di Kalifornia Terjangkit Virus Corona

Senin 27 Jan 2020 17:00 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona. Juru Bicara KJRI Los Angeles mengatakan belum ada WNI di Kalifornia terjangkit corona.

Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona. Juru Bicara KJRI Los Angeles mengatakan belum ada WNI di Kalifornia terjangkit corona.

Foto: chinatopix via AP
Juru Bicara KJRI Los Angeles mengatakan belum ada WNI di Kalifornia terjangkit corona

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Juru Bicara KJRI Los Angeles Ardian B. Nugroho mengatakan belum ada WNI yang tinggal di Kalifornia terjangkit virus corona. Otoritas Amerika Serikat (AS) diketahui telah menemukan adanya satu kasus virus korona di wilayah tersebut.

"Dari informasi yang ada, satu warga negara Amerika keturunan Tiongkok positif terindikasi virus corona di Orange County, Kalifornia Selatan. Kami terus memantau perkembangan lebih lanjut," ungkap Ardian dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Ahad (26/1).

Orange County merupakan salah satu konsentrasi WNI di kawasan Kalifornia Selatan. Ia terletak sekitar 70 kilometer tenggara Los Angeles.

"Data kami menunjukkan jumlah WNI kita di kawasan Orange County sekitar 400 orang. Kami sudah melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat Indonesia dan hingga saat ini tidak ada WNI yang terdampak," kata Ardian.

Ardian mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir KJRI Los Angeles terus mengeluarkan imbauan melalui media sosial terkait virus corona. KJRI Los Angeles juga menyediakan hotline 24 jam di nomor +1 (213) 590 8095.

Sejauh ini AS telah mendeteksi lima kasus virus corona di negaranya. Selain Kalifornia, kasus tersebut turut ditemukan di Phoenix.

Virus corona yang berasal dari kota Wuhan, China, terus menyebar secara masif. Saat ini setidaknya terdapat 2.744 warga China yang terjangkit virus tersebut. Sebanyak 81 orang telah dilaporkan meninggal.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA