Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Kemenlu Imbau Masyarakat Saring Informasi Soal Virus Corona

Senin 27 Jan 2020 18:48 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Kemenlu imbau masyarakat untuk bijak dalam menyaring dan menyikapi informasi Corona. Ilustrasi.

Kemenlu imbau masyarakat untuk bijak dalam menyaring dan menyikapi informasi Corona. Ilustrasi.

Foto: Abdan Syakura_Republika
Kemenlu imbau masyarakat untuk bijak dalam menyaring dan menyikapi informasi Corona

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Teuku Faizasyah mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menyaring dan menyikapi informasi menyoal virus Corona jenis baru (2019-nCoV). Hingga Senin (27/1), korban meninggal dunia akibat virus Corona mencapai 81 orang.

"Kami mengimbau untuk WNI yang berada di dalam negeri agar bijak dalam mendapatkan informasi dan menyikapi infromasi beredar terkait wabah virus," ujar Faizasyah di Ruang Palapa Kemenlu, Senin (27/1).

Selain itu, Kemenlu juga menimbau agar WNI mempertimbangkan rencana perjalanan ke China dalam waktu dekat. Melalui @safetravel.kemlu, salah satu akun resmi milik Kemenlu tanggal 25 Januari 2020, imbauan disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan bagi WNI yang berada atau berencana mengunjungi Hong Kong dan negara-negara yang telah terdampak.

"Imbauan bagi WNI yang ada di dalam negeri adalah agar mempertimbangkan kembali rencana kunjungan ke China dan selalu merujuk informasi resmi dari pemerintah Indonesia," kata dia.

Kemenlu menyatakan hingga kini belum ada pemberlakuan larangan melakukan perjalanan atau travel ban ke China. Meski begitu travel advisory atau imbauan perjalanan sudah langsung diberlakukan pada aplikasi Safe Travel.

"Belum ada travel ban ke Tiongkok. Lebih sifatnya memberikan peringatan dan advice (saran) bagi WNI yang mau ke China," katanya.

Saat ini status perjalanan ke Provinsi Hubei, China pada aplikasi Safe Travel berada di kategori merah yang artinya tidak direkomendasikan sebagai tempat tujuan WNI untuk berpergian ke sana. Status perjalanan ke wilayah China lainnya berada dalam kategori kuning atau diimbau untuk meningkatkan kehati-hatian.

Menyoal virus yang merebak ini, Faiza juga meminta WNI yang berada di Wuhan atau daerah terisolasi di China agar meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan. Di antaranya menjaga stamina, menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan, menggunakan masker, dan menghindari keramaian serta menghindari tempat dan kota asal virus mengemuka.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi telah melakukan video teleconference dengan pejabat otoritas di Beijing. Hingga kini belum ada laporan WNI yang terjangkit virus Corona.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada 243 WNI yang masih berada di wilayah isolasi di China. Mereka dalam kondisi baik, sehat, dan belum kekurangan logistik.

Pemerintah China pun mengatakan logistik di pasar-pasar di China masih mencukupi untuk warga yang diisolasi. Dari komunikasi dengan WNI di Provinsi Hubei, sembako tidak sulit didapatkan.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA