Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Menkes Malaysia Inspeksi Bandara KLIA dan KLIA 2

Senin 27 Jan 2020 19:09 WIB

Red: Indira Rezkisari

Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad (kanan) melihat peralatan thermal scanner untuk mendeteksi penumpang yang mengidap virus corona saat melakukan inspeksi ke Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 di Sepang, Senin (27/01/2020).

Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad (kanan) melihat peralatan thermal scanner untuk mendeteksi penumpang yang mengidap virus corona saat melakukan inspeksi ke Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 di Sepang, Senin (27/01/2020).

Foto: Antara/Agus Setiawan
Sejauh ini sudah lima kasus positif corona di Malaysia.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad beserta jajaran melakukan inspeksi ke Bandar Udara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan KLIA 2 di Sepang, Senin (27/1). Inspeksi bertujuan mengetahui kesiapan bandara tersebut mengantisipasi penyebaran virus corona.

Dzulkefly pertama kali mengunjungi lokasi pemasangan pemindai suhu yang diletakkan di tempat kedatangan penumpang Bandara KLIA. Pemindai suhu (thermal scanner) merupakan peralatan kamera yang terhubung ke komputer, yang bisa mendeteksi seseorang melalui layar komputer apakah dia terjangkiti virus corona atau tidak dengan mendiagnosa fisik tubuhnya yang bisa ditampilkan di layar komputer.

Di tempat tersebut sejumlah petugas juga terlihat membawa brosur health alert card yang diberikan kepada penumpang asal China. Kartu tersebut harus dibawanya selama kurun waktu 14 hari.

Para penumpang tersebut diminta pergi ke klinik terdekat apabila mengalami gejala seperti demam, pilek dan sesak napas. Melalui kartu tersebut pemerintah Malaysia juga meminta mereka yang mengalami demam di atas 38 derajat Celsius agar segera mendatangi rumah sakit terdekat.

Setelah itu rombongan Menkes melihat fasilitas yang sama di Bandara KLIA 2 selanjutnya melakukan jumpa pers. Saat jumpa pers Dzulkefly mengatakan tidak ada kedatangan wisatawan dari Wuhan, China sejak 23 Januari. Pada hari yang sama pihak berkuasa China memerintahkan menutup kota tersebut agar terhindar wabah 2019 corona.

"Jumlah positif corona virus hingga Ahad 26 Januari tetap empat orang," katanya. Sedangkan kasus yang masih menunggu keputusan laboratorium sebanyak lima orang yang semuanya melibatkan warga China yakni dua orang di Langkawi, dua di Kuala Lumpur dan terbaru di Bintulu, Sarawak.

"Kasus kumulatif orang yang diduga terkena corona baru sejauh ini ialah 38 orang dengan satu dipastikan positif, 32 negatif, dan lima masih menunggu keputusan laboratorium untuk kasus di Langkawi, Kuala Lumpur dan Bintulu," katanya.

Dia mengatakan sebanyak 164.692 orang telah melalui pemeriksaan di Pusat Kedatangan Negara hingga Senin (27/1) pukul 15.00 petang hari ini dengan sembilan pengunjung dirujuk tetapi tidak seorang pun daripada mereka memenuhi kriteria terjangkit corona. Sebanyak 12 pendeteksi suhu badan akan ditempatkan di pintu masuk. Ini adalah tambahan dari 54 yang sudah yakni 33 di Semenanjung Malaysia dan 21 di Sabah dan Sarawak.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA