Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

AS dan Kanada Terbitkan Peringatan Perjalanan ke China

Selasa 28 Jan 2020 09:38 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

 Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona.

Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona.

Foto: Chinatopix via AP
Peringatan perjalanan dari AS dan Kanada untuk menanggapi wabah virus corona di China

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Amerika Serikat (AS) menerbitkan peringatan kepada warganya yang akan melakukan perjalanan ke China, Senin (27/1). Langkah serupa pun dilakukan Kanada dengan mengeluarkan peringatan perjalanan karena penyebaran wabah virus korona jenis baru itu atau dikenal dengan 2019-nCoV.

Baca Juga

Presiden AS Donald Trump menawarkan kepada China bantuan apapun yang diperlukan untuk kondisi tersebut. Sementara, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa orang Amerika harus mempertimbangkan kembali untuk mengunjungi China, tidak hanya wilayah Hubei.

Sedangkan, Kanada telah memiliki dua kasus penularan virus corona yang terkonfirmasi. Pemerintahan sedang menyelidiki 19 kasus potensial lainnya. Mereka memperingatkan warganya untuk menghindari perjalanan ke provinsi Hubei, wilayah paling terinfeksi wabah tersebut.

Angka resmi terbaru menyebutkan jumlah total kasus virus corona yang dikonfirmasi di China sebanyak 2.835, sekitar setengahnya di Hubei. Beberapa ahli menduga angka sebenarnya  jauh lebih tinggi.

Sedangkan, pejabat setempat menyatakan jumlah kematian di Hubei naik menjadi 76 dari 56 orang. Dengan lima kematian di tempat wilayah lain, termasuk yang pertama di Beijing.

Perdana Menteri China Li Keqiang mengunjungi kota Wuhan, untuk memberikan dukungan kepada pekerja medis dan menjanjikan bantuan. Dengan pakaian pelindung dan masker biru, Li mengatakan 2.500 lebih pekerja akan bergabung dalam dua hari ke depan, dan mengunjungi lokasi rumah sakit baru yang akan dibangun dalam beberapa hari.

Sedangkan, di media sosial China yang sangat disensor, para pejabat menghadapi kemarahan yang meningkat karena virus tersebut. Beberapa mengkritik gubernur provinsi Hubei, setelah dia mengoreksi dirinya dua kali selama konferensi pers mengenai jumlah masker wajah yang diproduksi.

"Jika dia dapat mengacaukan data beberapa kali, tidak heran penyakitnya telah menyebar begitu parah," kata salah satu pengguna platform media sosial Weibo. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA