Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Jerman Konfirmasi Kasus Pertama Terkait Virus Corona

Selasa 28 Jan 2020 12:45 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

picture-alliance/dpa/A. Gebert

picture-alliance/dpa/A. Gebert

Otoritas Kesehatan mengonfirmasi satu orang terinfeksi virus corona berasal dari negara bagian Bayern. Virus mematikan ini menyebabkan sedikitnya 106 orang di Cina meninggal dunia dan terdeteksi di lebih dari 10 negara.

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Bayern mengumumkan pada Senin (27/01) malam, telah mendeteksi kasus pertama terkait virus corona.

Baca Juga

Pria yang terinfeksi virus corona berasal dari Starnberg, sekitar 30 kilometer dari Munchen selatan. Namun, Kemenkes Bayern menyebut pria itu kini berada dalam kondisi baik.

Lewat rilisnya, Kemenkes Bayern mengatakan pria itu berada di bawah pengawasan petugas kesehatan dan ditempatkan di ruang isolasi. Sementara, risiko penularan terhadap orang-orang di negara bagian Bayern di Jerman selatan masih dalam tingkat rendah.

‘‘Orang-orang yang melakukan kontak (dengan pasien) telah diberitahukan secara terperinci tentang kemungkinan gejala, langkah kebersihan dan penularan,‘‘ tulis pernyataan itu.

Kemenkes Bayern akan mengadakan konferensi pers terkait kasus ini pada Selasa (28/01) pagi waktu setempat.

Baca juga: Waspadai dan Kenali Cara Penularan Virus Corona

Korban jiwa lebih dari 100 orang

Virus corona jenis baru atau yang kini disebut novel coronavirus (2019-nCoV) ini pertama kali berasal dari pusat kota Wuhan, Cina. Virus ini menyebabkan pneumonia atau infeksi pernapasan akut dan telah menyebabkan sedikitnya 106 orang meninggal dunia serta menginfeksi lebih dari 4,000 orang di Cina.

Virus corona juga telah terdeteksi di berbagai dunia, seperti Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Nepal, Vietnam, Arab Saudi, Singapura, Amerika Serikat, Prancis, dan Australia.

Facebook membatasi perjalanan karyawannya ke Cina

Amerika Serikat (AS) dan Kanada telah memperingatkan warganya untuk tidak berpergian ke Wuhan. AS juga mendesak warganya untuk mempertimbangkan kembali semua rencana perjalanan ke Cina.

Secara terpisah, Prancis, Maroko, dan Jepang sedang mempersiapkan untuk mengevakuasi warganya dari Wuhan. Beberapa negara Uni Eropa, termasuk Jerman, juga tengah mempersiapkan hal yang sama.

Perusahaan media sosial terbesar, Facebook, juga mengatakan kepada karyawannya agar menghentikan sementara setiap perjalanan yang tidak penting ke Cina, sebagai upaya pencegahan penyebaran virus. Karyawan yang berada di Cina diimbau untuk bekerja dari rumah.

‘‘Facebook mengambil langkah-langkah (pencegahan) dengan penuh kehati-hatian,‘‘ ujar juru bicara Facebook kepada Reuters.

pkp/rap (Reuters, dpa, AFP)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA