Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Senin, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 Februari 2020

Peneliti China Temukan 30 Obat untuk Virus Corona

Selasa 28 Jan 2020 13:25 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

 Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona.

Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona.

Foto: Chinatopix via AP
Pengujian lebih lanjut untuk obat virus corona masih harus dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Tim peneliti China telah memilih 30 jenis obat yang diharapkan mampu menangani wabah virus corona (2019-nCov). Namun, pengujian lebih lanjut masih harus dilakukan.

Baca Juga

Sebanyak 30 jenis obat yang menjadi kandidat untuk memerangi virus corona ditemukan tim peneliti-ilmuwan gabungan dari Institut Shanghai Materia Medica di bawah naungan Chinese Academy of Sciences (CAS) dan ShanghaiTech University. 

Para peneliti dari ShanghaiTech University mengungkapkan struktur kristal resolusi tinggi dari virus proteinase utama (Mpro) dari virus corona baru. Mpro, yang mengontrol aktivitas kompleks replikasi virus, disebut merupakan target yang menarik untuk terapi. 

Berdasarkan studi Mpro 2019-nCov, tim peneliti gabungan memeriksa obat-obatan yang telah dipasarkan dan senyawa dari tanaman obat. Melalui kombinasi pengujian dan tes enzimologi, tim memperoleh 30 kandidat obat untuk virus corona baru. 

Para kandidat termasuk 12 obat anti-HIV, seperti indinavir, saquinavir, lopinavir, carfilzomib, dan ritonavir. Dua obat virus anti-pernapasan syncytical, obat anti-skizofrenia, serta imunosupresan turut menjadi kandidat. 

Dalam daftar kandidat, terdapat pula beberapa obat tradisional China yang mungkin mengandung komponen efektif terhadap 2019-nCov, seperti polygonum dan cuspatidum.

"Para peneliti menyarankan kandidat obat ini dipertimbangkan untuk perawatan klinis pasien pneumonia yang terinfeksi 2019-nCov," kata Xinhua dalam laporannya pada Selasa (28/1). 

Tim peneliti akan melalukan tes lebih lanjut pada obat-obat tersebut guna memberikan panduan untuk studi klinis dan perawatan virus corona baru. Saat ini jumlah warga Cina yang terinfeksi virus korona mencapai 4.515 orang. Virus itu telah menelan 106 korban jiwa. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA