Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Rumah Sakit di Wuhan Kekurangan Stok Alat Medis

Selasa 28 Jan 2020 14:45 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona. Sebagian besar rumah sakit di Wuhan mulai kekurangan pasokan peralatan medis.

Petugas medis mengenakan pakaian proteksi lengkap di kota Wuhan, China, yang terkena wabah virus Corona. Sebagian besar rumah sakit di Wuhan mulai kekurangan pasokan peralatan medis.

Foto: Chinatopix via AP
Sebagian besar rumah sakit di Wuhan mulai kekurangan pasokan peralatan medis

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Wakil Kepala Biro Administrasi Medis Komisi Kesehatan Nasional (NCH) China, Jiao Yahui, mengatakan sebagian besar rumah sakit di Wuhan mulai kekurangan pasokan peralatan medis. Ini menjadi kendala untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus Corona.

Jiao mengatakan pemerintah China telah mengirim enam ribu tenaga medis ke Wuhan. Sekitar empat ribu tenaga medis sudah berada di Hubei, sedangkan 1.800 lainnya dijadwalkan tiba pada Selasa (28/1) malam.

Para tenaga medis itu akan bekerja di Wuhan dan tujuh kota lainnya di provinsi itu. Jiao menyatakan tenaga medis tambahan tidak dapat dikerahkan secara efektif karena kekurangan pasokan medis, seperti pakaian pelindung.

"Kekurangan pakaian pelindung telah menjadi masalah utama. Beberapa tenaga medis kami belum bisa memulai tugasnya," ujar Jiao dilansir South China Morning Post.

Di Wuhan lebih dari 1.000 tempat tidur disediakan di beberapa rumah sakit untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah pasien yang terinfeksi virus Corona. Di Shanghai, semprotan antivirus telah digunakan di ruang gawat darurat Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai untuk melindungi staf medis terinfeksi virus Corona. Direktur Insititute of Infectious Diseases, Xu Jianqing, mengatakan semprotan antivirus itu tidak dapat digunakan untuk perawatan pasien karena belum mendapatkan persetujuan.

Sebuah laporan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China menyatakan penularan virus Corona dapat melalui pernapasan dan kontak fisik. Laporan itu menyebut periode inkubasi virus Corona antara satu hingga 14 hari.

Rasio pria-wanita untuk pasien yang terinfeksi adalah 1,16:1 dan hanya 0,6 persen orang yang terinfeksi berusia di bawah 15 tahun. Sementara 16,8 persen pasien telah menderita pneumonia berat dan diperkirakan tingkat kematian akan kurang dari 3 persen.

Kepala unit penyakit menular di Beijing Ditan Hospital, Li Xingwang, mengatakan pasien yang terinfeksi virus Corona dengan kasus ringan membutuhkan sekitar satu pekan untuk pulih. Sementara pasien dengan kasus serius membutuhan dua pekan atau lebih.

Li mengatakan beberapa pasien tidak menunjukkan gejala pneumonia dan hanya mengalami demam ringan atau batuk. Sedangkan pasien lainnya mengalami kesulitan bernapas.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA