Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

WHO Minta Dunia Tetap Tenang Hadapi Virus Corona

Rabu 29 Jan 2020 06:03 WIB

Red: Nur Aini

 Anak perempuan mengenakan masker masker di atas gendongan seorang pria sambil menyusuri jalanan di Beijing, China, Selasa (28/1). Kematian akibat corona pertama terjadi di luar Wuhan, yakni di Beijing.

Anak perempuan mengenakan masker masker di atas gendongan seorang pria sambil menyusuri jalanan di Beijing, China, Selasa (28/1). Kematian akibat corona pertama terjadi di luar Wuhan, yakni di Beijing.

Foto: AP
Virus corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China telah menewaskan 106 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Kepala Badan Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Selasa (28/1), mengatakan ia yakin pada kemampuan China menangani virus korona baru, yang telah membunuh 106 orang. Ia juga meminta semua pihak untuk tetap tenang.

Baca Juga

Ghebreyesus juga mengatakan bahwa, menurutnya, warga-warga negara asing tidak perlu dievakuasi, demikian dilaporkan media China.

Menurut laporan kantor berita Xinhua, dalam pertemuannya dengan Penasihat Negara Wan Yi di Bejing, kepala WHO itu mengatakan ia setuju dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah untuk mengendalikan wabah tersebut. Panel WHO beranggotakan 16 pakar independen pekan lalu menolak menyatakan darurat internasional menyangkut wabah tersebut.

Walaupun semakin banyak kasus muncul di luar China dari orang-orang yang melakukan perjalanan ke negara itu baru-baru ini, WHO mengatakan hanya satu dari kasus di luar China yang merupakan penularan antarmanusia.

"Satu kasus tetap saja sudah terlalu banyak. Tapi kami yakin bahwa sejauh ini kami belum melihat penularan dari manusia-ke-manusia terjadi di luar China," kata WHO di Twitter.

"Kami terus-terusan memantau wabah tersebut."

Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa di Provinsi Hubei, tempat virus tersebut tampaknya berasal dari seekor hewan di sebuah pasar hewan ilegal, telah dikarantina dan hampir semua alat transportasi dibekukan. Puluhan juta orang lainnya di Hubei juga mengalami semacam pembatasan perjalanan dalam upaya untuk mencoba menahan virus tersebut agar tidak menyebar ke wilayah-wilayah lainnya di China.

Komisi Kesehatan Nasional China menyatakan hingga Selasa, jumlah korban jiwa telah mencapai 106, naik dari 81 sehari sebelumnya. Jumlah keseluruhan kasus orang yang tertular di China hingga Senin (27/1) meningkat menjadi 4.515 orang dari 2.835 pada hari sebelumnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA