Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Laut Karibia

Rabu 29 Jan 2020 07:29 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Andi Nur Aminah

Bangunan rusak akibat gempa di Karibia (ilustrasi)

Bangunan rusak akibat gempa di Karibia (ilustrasi)

Foto: VOA
Pusat gempa relatif dangkal 10 kilometer di bawah permukaan.

REPUBLIKA.CO.ID, HAVANA -- Gempa magnitudo 7,7 SR melanda Laut Karibia antara Jamaika dan Kuba timur Selasa (28/1).  Getaran yang dihasilkan mengguncang wilayah yang luas dari Meksiko ke Florida dan sekitarnya.

Baca Juga

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (AS) gempa itu berpusat 139 kilometer barat laut Montego Bay, Jamaika, dan 140 kilometer barat-barat daya Niquero, Kuba. Peristiwa alam itu terjadi pukul 02.10 dini hari waktu setempat. Pusat gempa relatif dangkal 10 kilometer di bawah permukaan.

Kepala Layanan Seismologi Nasional Kuba Enrique Arango Arias mengatakan, tidak ada kerusakan serius atau korban terluka. Sedangkan Gubernur Carlos Joaquín González dari Quintana Roo Meksiko, yang merupakan rumah bagi Cancun, Tulum, dan resor pantai populer lainnya, mengatakan, gempa bumi itu dirasakan di beberapa titik negara bagian Karibia yang letaknya rendah. Namun,  tidak ada laporan awal kerusakan atau korban luka.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik pada awalnya memperingatkan gempa itu dapat menghasilkan gelombang satu hingga tiga kaki di atas normal di Kuba, Jamaika, Kepulauan Cayman, Honduras, Meksiko dan Belize. Namun, lembaga itu mengeluarkan pesan lanjutan yang mengatakan bahaya telah berlalu.

Getaran awal diikuti oleh serangkaian gempa susulan yang kuat, termasuk satu gempa yang diukur dengan kekuatan 6,1 SR. Gempa itu terasa kuat di Santiago, kota terbesar di Kuba timur.

"Kami semua duduk dan merasakan kursi bergerak. Kami mendengar suara segala sesuatu bergerak," kata pekerja di pusat kebudayaan Katolik Roma di pusat Santiago Belkis Guerrero.

Juru bicara pangkalan Angkatan Laut AS di Teluk Guantanamo, Kuba, J Overton, menyatakan tidak menemukan kondisi kerusakan dan korban luka. Tempat tersebut menampung sekitar 6.000 orang.

Meski di beberapa wilayah tidak berdampak, gempa yang terasa di Kepulauan Cayman meninggalkan jalan-jalan yang retak. Terlihat pula tumpahan limbah dari pipa-pipa yang retak. Tidak ada laporan langsung tentang kematian, cedera, atau kerusakan lebih parah. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA