Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

PM Australia Ingin Kekuatan Lebih Besar Tangani Bencana

Rabu 29 Jan 2020 11:54 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

 Perdana Menteri Australia Scott Morrison inginkan kekuatan federal yang lebih besar selama bencana. Ilustrasi.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison inginkan kekuatan federal yang lebih besar selama bencana. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/Peter Rae
PM Australia Scott Morrison inginkan kekuatan federal yang lebih besar selama bencana

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Laporan media Australia menyatakan Perdana Menteri Scott Morrison menginginkan kekuatan federal yang lebih besar selama bencana alam, Rabu (29/1). Keputusan ini menjadi langkah melawan kritik yang selama ini ditunjukan kepadanya atas penangan kebakaran hutan yang lambat.

Morrison mengerahkan sekitar tiga ribu tentara cadangan Australia (ADF) untuk membantu komunitas regional yang terkena dampak kebakaran. Kebijakan ini diambil setelah dia menanggapi kritik yang terus datang atas sikap yang diambil dalam penanganan bencana.

Morrison diserang oleh lawan politik dan komentator media karena berlibur di Hawaii sementara kebakaran berkobar. Morrison beralasan keputusan berlibur karena melihat kebakaran hanya terjadi di delapan negara bagian dan pemerintah wilayah memiliki pengawasan utama selama bencana alam.

"Sekarang ada harapan masyarakat yang jelas bahwa persemakmuran harus memiliki kemampuan untuk merespons pada saat-saat darurat nasional dan bencana, terutama melalui penempatan pasukan pertahanan kami dalam keadaan di mana kehidupan dan properti orang Australia dinilai berada di bawah ancaman," ujar Morrison dalam teks pidato yang disiapkan di Canberra pada Rabu (29/1).

Surat kabar Australia itu mendapatkan salinan teks pidato Morrison yang menyatakan bahwa Australia akan belajar dari musim kebakaran untuk bersiap menghadapi bencanda yang akan datang. Dia mencontohkan kesiapan yang dapat dilakukan seperti penyebaran ADF, pengurangan bahaya lokal, akses ke sumber daya seperti peralatan pemadam kebakaran udara, konsistensi pengaturan pemulihan bencana, atau ketahanan dari iklim yang berubah.

Kebakaran baru berkobar seluas hampir 10 ribu hektare dan merusak taman nasional di selatan ibu kota Canberra. Pihak berwenang mengatakan tidak ada bahaya langsung ke pinggiran luar kota.

Akan tetapi petugas telah memperingatkan untuk mengembalikan status ke kondisi berbahaya akhir pekan ini. Suhu udara dijadwalkan akan tetap di atas 40 derajat Celcius selama beberapa hari.

Kebakaran hutan telah menewaskan 33 orang dan diperkirakan 1 miliar hewan asli di Australia mati sejak September. Sebanyak 2.500 rumah dan daerah hutan belantara seukuran Yunani telah hancur dilahap api.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA