Ahad 02 Feb 2020 06:31 WIB

Pemberontak Suriah Lancarkan Serangan Bom Mobil

Serangan ini bagian dari upaya pemberontak Suriah membuka medan pertempuran baru.

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah
Pemberontak Suriah Lancarkan Serangan Bom Mobil. Para pengungsi warga kota Aleppo, Suriah (ilustrasi).
Foto: AP
Pemberontak Suriah Lancarkan Serangan Bom Mobil. Para pengungsi warga kota Aleppo, Suriah (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, ALEPPO -- Sebanyak tiga orang pemberontak Suriah melancarkan bom mobil terhadap pasukan pemerintah di sebelah barat Aleppo. Serangan ini bagian dari upaya pemberontak membuka medan pertempuran baru untuk menyerang balik perluasan wilayah yang dilakukan Damaskus.

Dengan dukung Rusia dan Iran pemerintahan Presiden Bashir al-Assad berhasil memperluas wilayah kekuasaan yang sebelumnya diambil alih pemberontak. Pekan ini mereka merebut kota Maarat al-Numan yang menghubungkan Damaskus dan Aleppo. 

Baca Juga

Daerah barat daya Suriah seperti Provinsi Idlib dan wilayah yang bersebelahan dengan Aleppo masih menjadi kekuasaan pemberontak. Sejak 2016 pemerintah Suriah sudah menguasai sepenuhnya kota Aleppo ketika pasukan pro-Damaskus mengalahkan pemberontak di timur kota itu.

Pelaku bom bunuh diri, Sabtu (1/2) yang berasal dari kelompok Hayt Tahrir al-Sham meledakan mobil di dekat wilayah Jamiyat al-Zahraa, Aleppo. Sumber kelompok tersebut mengatakan ledakan ketiga dilakukan dengan remote control.

Sumber itu mengatakan serangan tersebut mengincar 'penjajahan Iran'. Karena Teheran mendukung pemerintahan Al-Assad. Kantor berita Suriah SANA mengatakan pasukan angkatan bersenjata menghancurkan empat mobil sebelum mobil-mobil itu sampai ke target mereka. SANA juga melaporkan milisi menembakan roket di dekat pemukiman warga.

Sumber kelompok pemberontak dan lembaga kemanusiaan Syrian Observatory of Human Rights melaporkan pemberontak yang didukung Turki itu menyerang kota al-Bab, sekitar 50 kilometer barat daya Aleppo. SANA tidak menyinggung tentang serangan tersebut.

Sumber pemberontak mengatakan pasukan Turki tidak ambil bagian dari serangan ini. Operasi militer yang digelar pemerintah Suriah di barat laut negara itu membuat gelombang pengungsian baru. Ratusan ribu orang terpaksa mengungsi ke perbatasan Turki. 

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan negara mungkin akan melancarkan operasi militer ke Idlib kecuali bila perang sudah berhenti. Utusan khusus Amerika Serikat untuk Suriah James Jeffrey mengatakan perang di Idlib meningkatkan momok krisis internasional.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement