Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Netanyahu Lobi Uganda untuk Buka Kedubes di Yerusalem

Selasa 04 Feb 2020 08:48 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Foto: AP Photo/Oded Balilty
Langkah Uganda buka Kedubes di Yerusalem akan menuai protes keras.

REPUBLIKA.CO.ID, KAMPALA -- Presiden Uganda Yoweri Museveni mengatakan negaranya sedang mempelajari kemungkinan membuka duta besar di Yerusalem. Hal ini ia katakan saat dikunjungi oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Jika teman mengatakan saya ingin kedutaan Anda ada di sini dibandingkan di sana saya tidak melihat mengapa ada..," kata Mouseveni. Ia lalu melanjutkan "kami benar-benar bekerja, kami mempelajarinya."

Baca Juga

Pernyataan Museveni juga berpotensi menjadi kemenangan politik bagi Netanyahu satu bulan sebelum pemilihan umum 2 Maret mendatang. Jika benar, sikap Uganda tentu akan mendapat banyak respons negatif dari dunia internasional.

"Anda membuka kedutaan di Yerusalem dan saya akan buka kedutaan di Kampala, kami berharap melakukan itu di segera," kata Netanyahu.

Selama ini Palestina mengakui Yerusalem Timur yang dijajah Palestina dalam perang Timur Tengah 1967 sebagai ibu kota mereka. Tapi kesepakatan damai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghilangkan harapan itu dan menempatkan ibu kota Palestina di luar batas Yerusalem.

Pemimpin-pemimpin Palestina menolak rencana Trump. Mereka memotong semua hubungan dengan AS dan Israel termasuk yang berkaitan dengan keamanan.

Saat ini Uganda dan Israel tidak memiliki kedutaan di masing-masing negara. Walaupun Museveni sudah lama menjadi sekutu dekat Israel, yang melatih beberapa elemen pasukan keamanan Uganda.

Israel memiliki kedutaan besar di Nairobi, Kenya, negara tetangga Uganda. Saat ini kedutaan besar di Nairobi juga mengurus hubungan dengan Uganda.   

Bandara Entebbe, Uganda menjadi lokasi operasi penyelamatan yang dilakukan komando Israel. Pada 1976 pasukan Israel menyelamatkan hampir 100 penumpang berwarga negara Israel penerbangan dalam pembajakan di pesawat Air France.

Kakak Netanyahu yakni Yonata adalah komandan operasi tersebut dan tewas di sana. Ia mengatakan setiap kali ke Uganda ia 'tersentuh' karena alasan ini. Tiga awak pesawat dan semua penyandera juga tewas dalam operasi tersebut.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA