Selasa 04 Feb 2020 13:07 WIB

China Turut Pakai Pengobatan Tradisional untuk Virus Corona

China mengklaim penelitian obat dan vaksin virus corona mengalami kemajuan.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.
Foto: CDC via AP, File
Ilustrasi virus corona dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah China meneliti obat dan vaksin untuk mengatasi wabah virus corona. Pengobatan infeksi virus corona akan mengombinasikan tradisi pengobatan tradisional China dan medis barat.

Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian mengungkapkan, setelah virus corona menyebar luas, para ahli di negaranya segera melakukan penelitian. Xiao mengklaim saat ini penelitian terkait obat dan vaksin untuk virus tersebut juga mengalami kemajuan. “Laboratorium China sudah mengisolasi tiga strain virus dan akan membuat vaksin melewati strain virus tersebut,” ujar Xiao saat menggelar konferensi pers di gedung Kedubes China di Jakarta, Selasa (4/2).

Baca Juga

Menurut dia, proses pembuatan vaksin tersebut mengombinasikan tradisi pengobatan tradisional China dan medis Barat. “Kami berharap ini bisa muncul lebih cepat,” ucapnya.

Pemerintah China menduga virus corona berasal dari kelelawar. Namun penelitian terkait hal itu masih terus dilakukan. 

“Berdasarkan penelitian Pusat Pengendalian Penyakit China, virus corona baru ini kemungkinan besar berasal dari binatang liar, yakni kelelawar. Tapi penelitian harus dilanjutkan,” ucapnya.

Xiao mengatakan, para ahli di negaranya hanya memerlukan waktu sepekan untuk mengidentifikasi virus corona baru sejak ia terdeteksi pada Desember tahun lalu. China kemudian membagi urutan genetiknya ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal itu membantu negara-negara lain untuk mengindentifikasi orang yang terinfeksi virus corona. Hingga kini setidaknya terdapat 20 negara yang harus menghadapi dan menangani virus corona.

 

Jumlah korban meninggal akibat virus corona telah mencapai 426 orang. Virus yang berpusat di kota Wuhan itu juga telah menginfeksi sedikitnya 20.438 jiwa. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement