Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Virus Corona Sudah Renggut 563 Nyawa

Kamis 06 Feb 2020 10:45 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Gelombang pertama pasien positif virus Corona memasuki Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan. Pada Kamis (6/2) China mengumumkan korban jiwa virus Corona mencapai 563 jiwa. Ilustrasi.

Gelombang pertama pasien positif virus Corona memasuki Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan. Pada Kamis (6/2) China mengumumkan korban jiwa virus Corona mencapai 563 jiwa. Ilustrasi.

Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Pada Kamis (6/2) China mengumumkan korban jiwa virus corona mencapai 563 jiwa.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Pemerintah China kembali melaporkan kematian terbaru dari virus corona baru atau 2019 nCoV pada Kamis (6/2) yang mencapai 563 jiwa. Provinsi Hubei menyumbang kematian tertinggi per harinya, yakni sebanyak 73 kematian.

Melansir laman Channel News Asia, Komisi Kesehatan Hubei juga mengonfirmasi 3.649 kasus baru. Dengan demikian, secara nasional kasus orang yang terinfeksi virus corona baru mencapai 28.018 orang.

Epidemi yang telah berubah menjadi darurat kesehatan global ini diyakini telah muncul pada Desember dari pasar yang menjual hewan liar di ibu kota Hubei, Wuhan. Hu Lishan, seorang pejabat di Wuhan, memperingatkan bahwa meskipun membangun rumah sakit dari awal dan mengubah bangunan umum untuk menampung ribuan pasien tambahan, masih ada kekurangan tempat tidur pasien di wilayah tersebut. "Ada juga kekurangan peralatan dan bahan," katanya kepada wartawan.

Para pejabat berusaha untuk mengubah hotel dan sekolah lain di kota menjadi pusat perawatan. Pihak berwenang di beberapa kota lain di China telah membatasi jumlah orang yang diizinkan meninggalkan rumah mereka. Kekhawatiran global juga meningkat tentang virus ini dengan kasus yang dikonfirmasi di lebih dari 20 negara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA