Jumat 07 Feb 2020 00:52 WIB

China Upayakan Cegah Virus Corona di Perdesaan

China ingin memperkuat pasokan pangan dari perdesaan di tengah wabah virus corona.

Red: Nur Aini
Gelombang pertama pasien positif virus Corona memasuki Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan, Hubei, China. Rumah Sakit darurat yang didirikan dalam waktu 10 hari ini dibuat khusus bagi korban virus Corona.
Foto: Xiao Yijiu/Xinhua via AP
Gelombang pertama pasien positif virus Corona memasuki Rumah Sakit Huoshenshan di Wuhan, Hubei, China. Rumah Sakit darurat yang didirikan dalam waktu 10 hari ini dibuat khusus bagi korban virus Corona.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Wakil Perdana Menteri China Hu Chunhua menyerukan upaya lebih besar untuk menjamin persediaan produk pertanian dan memperkuat pencegahan dan pengendalian wabah virus corona di kawasan perdesaan.

Hu, yang juga kepala Dewan Negara yang memimpin kelompok pemberantasan kemiskinan dan pembangunan, menyampaikan pernyataan itu selama konferensi jarak jauh video. "Para pekerja migran yang kembali bekerja akan diorganisasi dengan baik dan kewirausahaan yang tersedia serta lapangan pekerjaan digairahkan," kata Hu.

Baca Juga

Berbagai usaha akan dilakukan untuk memperkuat produksi dan persediaan sayuran, daging, telur dan susu, padi-padian dan kebutuhan harian lainnya, juga menjaga jalur persediaan itu tak terhambat. Hu juga menyerukan persiapan yang matang untuk membajak di musim semi dan berupaya menghasilkan panen padi-padian melimpah sepanjang tahun ini.

Dengan menekankan kebutuhan memulihkan produksi babi ternak sesegera mungkin, Hu mengimbau usaha-usaha yang meningkat untuk mencegah penyakit menular pada hewan. Dia juga menyerukan tanggapan yang cepat terhadap terjangkitnya wabah baru.

Hingga Kamis (6/2), korban yang meninggal dunia akibat virus corona tercatat sebanyak 563 orang. Sedangkan mereka yang terinfeksi virus sebanyak 28.018 orang. Adapun negara-negara lain yang juga warga negaranya terinfeksi adalah Hongkong, Filipina, Jerman, Inggris, dan Italia. Negara-negara Eropa lainnya dengan kasus virus ini termasuk Prancis, Rusia, Belgia, Swedia, Finlandia, dan Spanyol

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement