Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Sejarah Hari Ini: The Beatles Pertama Kali ke Amerika

Jumat 07 Feb 2020 09:59 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

The Beatles saat tiba di Amerika Serikat untuk kali pertama.

The Beatles saat tiba di Amerika Serikat untuk kali pertama.

Foto: Google.com
Pada 7 Februari 1964 The Beatles untuk pertama kalinya tiba di Amerika Serikat

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK - Catatan sejarah paling berkesan pada 7 Februari 1964 adalah saat pesawat Pan Am Yankee Clipper penerbangan 101 dari London Heathrow, mendarat di Bandara Kennedy New York. Penerbangan itu membawa empat orang yang sangat dinantikan penggemarnya di Amerika.

The Beatles juga dikenal dengan sebutan Beatlemania pertama kali tiba di New York, Amerika Serikat (AS). Dilansir History, kunjungan pertama ke AS oleh band rock-and-roll Inggris ini terjadi setelah mereka baru saja mencetak lagu nomor 1 AS pertama yang hit enam hari sebelumnya dengan I Want To Hold Your Hand.

Dengan setelan khas dan mengenakan potongan rambut puding khas mereka, The Beatles disambut oleh tiga ribu penggemar yang berteriak. Ketika turun dari pesawat menginjak tanah Amerika, ribuan penggemar itu terus histeris ke arah empat personel band tersebut.

Dua hari kemudian, Paul McCartney (21 tahun), Ringo Starr (23 tahun), John Lennon (23 tahun), dan George Harrison (20 tahun) membuat penampilan pertama mereka di Ed Sullivan Show, sebuah variety show televisi yang populer. Meskipun sulit untuk mendengar lantunan lagu karena teriakan gadis-gadis remaja di studio, diperkirakan 73 juta pemirsa televisi AS, atau sekitar 40 persen dari populasi AS menonton acara itu. Sullivan segera memesan The Beatles untuk dua penampilan lagi bulan itu. 

Grup band ini membuat penampilan konser publik pertama mereka di AS pada 11 Februari 1974 di Coliseum, Washington. Kala itu, setidaknya 20 ribu penggemar hadir. 

Keesokan harinya, The Beatles menyuguhkan dua pertunjukan di Carnegie Hall New York. Pada konser kali itu polisi terpaksa menutup jalan-jalan di sekitar aula musik karena histeria penggemar. Pada 22 Februari, The Beatles kembali ke Inggris.

Tur Amerika pertama The Beatles meninggalkan jejak besar dalam memori budaya bangsa AS. Pemuda Amerika siap untuk melepaskan diri dari lanskap yang kaku secara budaya terhadap musik pada tahun 1950-an. The Beatles, dengan musik mereka yang meriah dan pemberontakan yang baik hati, merupakan katalisator yang sempurna untuk perubahan ini.

Single dan album mereka terjual jutaan dan pada satu titik di bulan April 1964, lima single di AS yang terlaris adalah lagu Beatles. Pada saat film fitur pertama The Beatles, A Hard Day's Night dirilis pada Agustus, Beatlemania adalah epidemi di seluruh dunia. 

Bertahun-tahun berlalu, The Beatles berhenti melakukan tur untuk berkonsentrasi pada rekaman studio inovatif, seperti Sersan 1967. Pepper's Lonely Heart's Club Band, album konsep psychedelic dianggap sebagai maha karya musik populer. 

Musik The Beatles tetap relevan bagi kaum muda di sepanjang pergeseran budaya besar tahun 1960-an. Kritikus dari segala usia pun mengakui kejeniusan penulisan lagu dari tim Lennon-McCartney itu.

Pada tahun 1970, The Beatles bubar. Mereka meninggalkan warisan 18 album dan 30 single Top 10 AS.

Selama dekade berikutnya, keempat personel band The Beatles mengejar karier solo dengan berbagai keberhasilannya. Lennon, personel Beatles yang paling blak-blakan dan kontroversial ditembak mati oleh seorang penggemar gila di luar gedung apartemennya di New York pada 1980.

McCartney dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Ratu Elizabeth II pada 1997 karena kontribusinya pada budaya Inggris. Pada November 2001, George Harrison meninggal karena kanker. Ringo Starr dianugerahi gelar bangsawan untuk layanan musiknya pada tahun 2018.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA