Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Rusia: Pertahanan Suriah Hampir Tembak Pesawat Penumpang

Jumat 07 Feb 2020 14:28 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Polisi militer Rusia memegang senjata di atas kendaraan lapis baja di Suriah Utara

Polisi militer Rusia memegang senjata di atas kendaraan lapis baja di Suriah Utara

Foto: Baderkhan Ahmad/AP
Pesawat Airbus terpaksa mendadak di pangkalan udara Khmeimim.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sebuah pesawat Airbus A320 yang membawa 172 penumpang terpaksa mendarat mendadak di pangkalan udara Khmeimim yang dikendalikan Rusia setelah pertahanan udara Suriah hampir menembak pesawat itu.

Baca Juga

Hal itu dilaporkan kantor berita Rusia RIA pada Jumat (7/2). RIA melaporkan pertahanan udara Suriah berusaha untuk memukul mundur serangan Israel di dekat Damaskus.

Menurut juru bicara itu setelah pukul 02.00 dini hari waktu setempat empat pesawat jet F-16 Israel menyerang delapan rudal udara ke darat di pinggir Damaskus. RIA melaporkan mereka melakukan tanpa memasuki wilayah udara Suriah.

Pada Januari lalu, Garda Revolusi Iran salah mengira serangan balasan dari Amerika Serikat (AS). Mereka menembak jatuh pesawat penumpang sipil Ukraina yang menewaskan 176 orang yang ada dalam pesawat tersebut.

Penembakan pesawat penumpang sipil itu bermula saat AS membunuh komandan militer Iran Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad pada 3 Januari lalu dengan pesawat tanpa awak. Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer di Irak yang menampung pasukan AS pada 8 Januari.

Pihak berwenang Iran membantah peran mereka dalam tragedi itu selama tiga hari. Awalnya, mereka mengatakan kecelakan tersebut karena kerusakan teknis.

Namun, akhirnya mereka mengakui penembakan itu hingga akhirnya memicu unjuk rasa besar-besaran. Pasukan keamanan Iran membubarkan protes tersebut dengan peluru tajam. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA