Senin 10 Feb 2020 17:40 WIB

60 Kasus Baru Virus Corona Ditemukan di Kapal Pesiar Jepang

Jumlah penumpang dan awak kapal yang terinfeksi meningkat jadi 130 orang.

Rep: Puti Almas/ Red: Teguh Firmansyah
Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Pelabuhan Yokohama untuk mengisi perbekalan di Yokohama, Jepang, Kamis (6/2).  Petugas kesehatan mengkonfirmasi 10 kasus baru positif virus corona selain temuan 10 kasus Rabu kemarin.
Foto: Eugene Hoshiko/AP Photo
Kapal pesiar Diamond Princess berlabuh di Pelabuhan Yokohama untuk mengisi perbekalan di Yokohama, Jepang, Kamis (6/2). Petugas kesehatan mengkonfirmasi 10 kasus baru positif virus corona selain temuan 10 kasus Rabu kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Setidaknya 60 orang di kapal pesiar bernama Diamond Princess yang dikarantina terkonfirmasi terinfeksi virus Corona. Dengan tambahan itu, secara keseluruhan, jumlah penumpang dan awak kapal yang terinfeksi meningkat menjadi 130 orang.

Di dalam kapal pesiar tersebut terdapat sejumlah penumpang dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Diamond Princess, dikarantina sejak 5 Februari lalu dan semua orang di dalamnya dilarang untuk turun dari kapal hingga masa karantina selesai pada 20 Februari.

Baca Juga

Proses karantina dilakukan sejak kapal tiba dilepas pantai Jepang. Hal ini menyusul virus Corona yang terdeteksi pada seorang mantan penumpang yang turun dari Diamond Princess pada bulan lalu di Hong Kong.

Pihak berwenang awalnya melakukan pemeriksaan pada hampir 300 orang dari 3.711 yang ada di kapal. Secara bertahap, evakuasi dilakukan pada orang-orang yang positif terinfeksi virus corona ke rumah sakit maupun fasilitas medis setempat.

Dalam beberapa hari terakhir, pengujian telah meluas ke mereka yang memiliki kontak dekat dengan penumpang atau kru yang terinfeksi lainnya, dan beberapa kasus dilaporkan pada akhir pekan lalu.

Orang-orang dalam Diamond Princess diminta untuk tetap berada di kabin dan hanya diizinkan keluar sebentar ke bagian geladak yang terbuka.

Mereka juga diminta mengenakan masker dan menjaga jarak satu sama lain ketika berada di luar, serta diberikan termometer untuk secara teratur memantau suhu tubuh.

Hingga Ahad (9/2) kemarin, sebanyak 64 orang diturunkan dari kapal dan diisolasi ke rumah sakit di Prefektur Kanagawa karena terindikasi membawa virus Corona.

Kementerian Luar Negeri Jepang dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan kontak dengan keluarga orang-orang yang berada dalam kapal pesiar tersebut dan terus memantau situasi melalui kantor konsulat di Ibu Kota Tokyo.

Karantina yang dilakukan telah membuat orang-orang di dalam kapal berada dalam kondisi sulit, khususnya bagi mereka di kabin dalam tanpa jendela. 

Sebagian besar penumpang dalam Diamond Princess juga dilaporkan membutuhkan obat karena berbagai masalah kesehatan yang kronis.

Kementerian Kesehatan Jepang pada Senin (10/2) mengatakan bahwa sekitar 600 orang yang ada di kapal pesiar tersebut sangat membutuhkan obat-obatan. Hingga akhir pekan lalu, sekitar setengah di antaranya telah menerima pasokan medis yang diperlukan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement