Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Hong Kong Evakuasi Penghuni Apartemen karena Virus Corona

Selasa 11 Feb 2020 09:39 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Petugas berpakaian pelindung menyisir bangunan yang diduga terinfeksi virus corona di Hong Kong, Selasa (11/2). Seluruh warga dievakuasi setelah dua orang penghuninya terinfeksi corona.

Petugas berpakaian pelindung menyisir bangunan yang diduga terinfeksi virus corona di Hong Kong, Selasa (11/2). Seluruh warga dievakuasi setelah dua orang penghuninya terinfeksi corona.

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Dua penghuni apartemen di Hong Kong terkonfirmasi infeksi virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Pemerintah Hong Kong mengevakuasi para penghuni sebuah apartemen di distrik Tsing Yi. Wilayah itu merupakan tempat dua orang terkonfirmasi dengan virus corona tinggal meski di lantai yang berbeda.

Baca Juga

Direktur Pusat Perlindungan Kesehatan, Dr.Wong Ka-hing, menyebutkan bahwa pemerintah sedang menyelidiki dugaan penularan melalui lingkungan dari dua kasus di bangunan tersebut.

Hong Kong melaporkan 42 kasus virus corona, yang menelan lebih dari 900 korban. Dr Wong mengatakan belum diketahui pasti berapa jumlah penghuni apartemen tersebut, tetapi mereka yang menunjukkan gejala akan dimasukkan ke dalam karantina sebagai langkah pencegahan.

Sementara itu, jumlah kematian akibat virus corona di China naik mencapai 1000 orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan, penyebaran wabah virus corona di luar China bisa muncul dalam skala lebih besar lagi.

"Ini bisa menjadi penyebaran yang lebih besar lagi," ujar Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Provinsi Hubei, yang menjadi pusat dari wabah virus corona melaporkan 103 kematian pada Senin. Sementara itu, tercatat ada lebih dari 42 ribu kasus virus corona yang dikonfirmasi di China, serta 319 kasus di 24 negara lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA