Selasa 11 Feb 2020 13:52 WIB

China Klaim Penerbangan Dekat Taiwan untuk Latihan

China mengatakan jet yang terbang dekat dengan Taiwan merupakan latihan militer

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih
Bendera Taiwan-China. China mengatakan jet yang terbang dekat dengan Taiwan merupakan latihan militer. Ilustrasi.
Bendera Taiwan-China. China mengatakan jet yang terbang dekat dengan Taiwan merupakan latihan militer. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- China mengatakan jet yang terbang dekat dengan Taiwan merupakan latihan militer. Penerbangan itu merupakan upaya China dalam meningkatkan kemampuan tempur dan menguji ketahanan militer.

"Serangan udara-darat dan latihan dukungan tembakan untuk lebih menyempurnakan dan menguji kemampuan tempur bersama multi-layanan," ujar pernyataan People’s Liberation Army Eastern Theatre Command pada Senin (10/2) malam.

Baca Juga

Ketegangan meningkat antara China dan pulau itu sejak Ahad, ketika F-16 Taiwan membayangi pesawat tempur dan pengebom China yang terbang di sekitar pulau itu. Sebelumnya, Beijing mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya akan diambil secara paksa jika diperlukan.

Selama dua hari pesawat jet China melintasi wilayah Taiwan. Kondisi ini membuat angkatan udara Taiwan bergegas untuk mencegat jet-jet yang secara singkat melintasi garis tengah Selat Taiwan. Pasukan kedua belah pihak umumnya tetap di sisi masing-masing saat melakukan penerbangan.

China telah meningkatkan latihan tersebut sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pertama kali menjabat pada tahun 2016. Dia diduga ingin mendorong kemerdekaan pulau itu dan menjadi ancaman bagi China.

Eastern Theatre Command China pun menyatakan pasukan kemerdekaan Taiwan telah mengabaikan keadilan nasional dan meningkatkan upaya mereka untuk merdeka. "Pasukan Theatre selalu menjaga tingkat kewaspadaan yang tinggi, mengikuti dengan cermat situasi dan dengan penuh misi memenuhi misi mereka," ujar pernyataan itu.

Taiwan mengecam latihan itu sebagai ancaman bagi perdamaian regional dan pulau itu tidak akan menyerah menghadapi ancaman China. Perdana Menteri Taiwan Su Tseng-chang mengatakan tindakan militer China tidak perlu memicu kebencian di antara warga Taiwan dan mengganggu perdamaian regional.

"Kami masih berharap China benar-benar dapat meringankan penderitaan orang-orang karena wabah penyakit. China harus menggunakan semua kekuatan yang dimilikinya untuk membantu rakyatnya," kata Su mengingatkan China harus fokus menangani masalah virus Corona ketimbang membuat ancaman terhadap Taiwan.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement