Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

China Sebut 1.716 Petugas Kesehatan Terinfeksi Virus Corona

Jumat 14 Feb 2020 16:40 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pekerja medis mengecek kondisi pasien di RS Jinyintan di Wuhan, Hubei, yang dibangun khusus untuk pasien kritis virus corona jenis baru atau Covid-19, Kamis (13/2).

Pekerja medis mengecek kondisi pasien di RS Jinyintan di Wuhan, Hubei, yang dibangun khusus untuk pasien kritis virus corona jenis baru atau Covid-19, Kamis (13/2).

Foto: AP
Lebih dari 87 persen petugas kesehatan yang terinfeksi virus corona berada di Hubei.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Seorang pejabat senior kesehatan China mengatakan 1.716 petugas kesehatan telah terinfeksi virus corona Covid-19. Enam orang di antaranya meninggal dunia.

Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional China Zeng Yixin mengatakan pada konferensi pers, Jumat (14/2), bahwa jumlah staf medis yang terinfeksi meningkat. "Saat ini, tugas petugas medis di lapangan memang sangat berat, keadaan kerja dan istirahat mereka terbatas, tekanan psikologis sangat besar, dan risiko infeksi tinggi," kata Zeng.

Lebih dari 87 persen pekerja medis yang terinfeksi berada di Hubei, provinsi di pusat penyebaran virus yang muncul pada Desember dan telah menewaskan sekitar 1.380 orang serta menulari lebih dari 60 ribu orang.

"Analisis lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui jumlah pekerja medis yang terinfeksi di rumah sakit," kata Zeng.

Pejabat dan rumah sakit China telah berulang kali berbicara tentang keterbatasan peralatan pelindung, termasuk masker wajah, karena penyakit tersebut telah merebak di Hubei dan menyebar ke seluruh negeri.

Kematian Li Wenliang, seorang dokter yang ditegur karena mengeluarkan peringatan dini tentang penyakit itu, memicu gelombang kesedihan mendalam publik bulan ini dan ekspresi kemarahan yang jarang terjadi pada pemerintah.

Baca Juga

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA