Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Taliban dan Afghanistan Teruskan Pertempuran

Jumat 14 Feb 2020 17:20 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Pasukan Taliban

Pasukan Taliban

Foto: VOA
Pasukan Taliban dan pemerintah Afghanistan melanjutkan pertempuran 24 jam terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Saat pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan dalam beberapa hari terakhir sudah ada terobosan dalam perundingan damai untuk mengakhiri konflik selama 18 tahun Afghanistan. Pasukan pemerintah Afghanistan dan pemberontak Taliban bertempur di lapangan.

Baca Juga

Negosiator kedua belah pihak yang bertikai tengah menggelar pembicaraan di Doha, Qatar. Pasukan Taliban dan pemerintah Afghanistan melanjutkan pertempuran selama 24 jam terakhir.

Kementerian Pertahanan Afghanistan mengatakan serangan udara mereka menewaskan seorang komandan senior Taliban di utara Provinsi Balkh. Taliban tidak mengkonfirmasi serangan tersebut.

"Hasilnya dari serangan udara pasukan angkatan udara Afghanistan, Mawlavi Sardar Mohmmad, anggota kunci komisi militer Taliban terbunuh bersama delapan orang lainnya," kata kementerian itu dalam pernyataan mereka, Jumat (14/2).

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan dalam serangan di pos pemeriksaan di sebelah utara Provinsi Kunduz, Taliban membunuh enam orang pasukan Afghanistan. Dua di antaranya berpangkat perwira.

Sumber pemerintah AS, Afghanistan dan Taliban mengatakan kesepakatan damai dapat ditanda tangani bulan ini. Dengan begitu AS dapat menarik 13 ribu pasukannya yang masih berada di Afghanistan sejak intervensi tahun 2001.

Pada Kamis (13/2) lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pengurangan jumlah pasukan di Afghanistan menciptakan 'kesempatan yang bagus' untuk meraih kesepakatan dengan Taliban. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan beberapa hari terakhir ada terobosan penting yang telah dibuat dalam perundingan damai.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan sedang menegosiasikan proposal untuk mengurangi kekerasan selama satu pekan. Detail tentang kapan rencana itu dilaksanakan masih belum jelas tapi pejabat Taliban mengatakan akan dilakukan pada pekan ini.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA