Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

China Minta Negara Lain tak Bersikap Berlebihan Soal Corona

Sabtu 15 Feb 2020 10:14 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nidia Zuraya

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi.

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi.

Foto: Reuters
China ditekan dengan transparansi informasi seputar virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Jumat (14/2), mengakui virus korona merupakan tantangan yang mendalam bagi negara itu. Namun, dia mengatakan negara-negara lain tidak perlu bersikap berlebihan, terutama menghambat perdagangan, perjalanan, dan pariwisata.

"Epidemi secara keseluruhan di bawah kendali. Epidemi ini benar-benar mendadak. Itu telah membawa tantangan bagi China dan dunia," ujar sosok yang juga Penasihat Negara ini.

Beijing telah mengkritik Amerika Serikat (AS) khususnya karena mengambil langkah-langkah drastis pada virus korona dengan melakukan pembatasan perjalanan pada pengunjung dari China. Negara ini menjadi yang pertama mengumumkan akan mengevakuasi warga dari Wuhan, kota di pusat penyebaran virus.

"Kami telah mengambil upaya pencegahan dan penjagaan yang sangat lengkap, upaya yang sangat komprehensif, sehingga saya tidak dapat melihat negara lain yang dapat melakukan ini," kata Wang.

Meski virus korona menjadi tantangan sulit, Wang mengatakan, China dapat mengatasinya. Dia pun menekankan, setiap negara pun pasti pernah dihadapkan dengan tantangan yang hampir serupa.

"Beberapa negara telah meningkatkan langkah-langkah, termasuk tindakan karantina, yang masuk akal dan dapat dimengerti, tetapi untuk beberapa negara mereka telah bereaksi berlebihan, yang telah memicu kepanikan yang tidak perlu," kata Wang menyoroti sikap AS.

Wang yakin, negara-negara yang memberikan pembatasan karena kondisi wabah yang menyebar. Namun, ketika kondisi telah bisa dikendalikan, nantinya mereka pun akan melepaskan pembatasan karena perlu berinteraksi dengan China.

China pun ditekan dengan transparansi informasi seputar virus. Namun, Wang menolak gagasan bahwa negaranya tidak cukup transparan dalam penanganan awal wabah.

"Dari awal, kami mengambil cara yang sangat terbuka dan transparan dalam memberikan informasi kepada kerjasama komunitas internasional mengenai upaya ini," katanya.

Virus korona telah menginfeksi hampir 64 ribu orang di China dan menewaskan lebih dari 1.300. Wang mengatakan, mereka pun bebrgai informasi karena kehidupan, keselamatan, dan kesehatan warga global pun menjadi perhatian.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA