Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Infeksi Corona di Kapal Pesiar Diamond Princess Menjadi 355

Ahad 16 Feb 2020 16:00 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Dwi Murdaningsih

Kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang.

Kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama, Jepang.

Foto: Ist
Berbagai negara berencana mengevakuasi warganya yang berada di kapal Diamond Princess

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO - Sebanyak 70 kasus infeksi virus korona baru atau Covid-19 terkonfirmasi di Kapal Pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Yokohoma, Jepang. Total infeksi korona di kapal yang menampung 3.600 orang itu per Ahad (16/2) menjadi 355 orang.

"Sejauh ini, kami telah melakukan tes untuk 1.219 orang. Dari jumlah itu, 355 orang dinyatakan positif. Dari jumlah itu, 73 orang tidak menunjukkan gejala," ujar Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato seperti dikutip Channel News Asia, Ahad.

Angka terbaru ini muncul ketika Amerika Serikat (AS) sedang bersiap untuk mengevakuasi beberapa warganya dari pelabuhan Yokohama di kapal tersebut. Kapal tersebut telah dikarantina sejak 5 Februari lalu.

Hong Kong dan Kanada juga berencana mengevakuasi warganya yang berada di kapal teresbut. AS, Kanada, dan Hong Kong mengatakan, warga yang dipulangkan akan menjalani masa karantina dua minggu lagi di negara mereka.

Upaya Jepang untuk mengendalikan infeksi virus di kapal memicu keprihatinan internasional. Kapal pesiar tiba di lepas pantai Jepang pada awal Februari dari 3.600 penumpang dan kru dari lebih dari 50 negara.

Kapal ditempatkan di bawah karantina setelah pihak berwenang mendeteksi seorang penumpang yang turun dari kapal di Hong Kong selama pelayarannya dinyatakan positif mengidap virus corona baru. Setelah itu, pejabat terus menemukan infeksi baru di antara para penumpang kapal, dan anggota kru.

Baca Juga

Mereka awalnya diabawa ke rumah sakit Jepang, namun sementara yang lain telah diinfokan untuk tinggal di dalam kabin masing-masing selama periode 14 hari karantina. Karantina akan berakhir Rabu (19/2).

Pemerintah Jepang belum dapat menguji semua orang yang ada di kapal karena terbatasnya pasokan kit pengujian, fasilitas, dan tenaga kerja yang juga dibutuhkan untuk melacak penyebaran virus. "Berdasarkan tingginya jumlah kasus COVID-19 yang diidentifikasi di atas Diamond Princess, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan membuat penilaian bahwa penumpang dan anggota awak di atas kapal berisiko tinggi terpapar," kata kedutaan AS dalam suratnya kepada penumpang.

Sementara itu, Kapten Diamond Princess telah memberi tahu penumpang bahwa pemerintah Jepang mungkin akan mulai menguji virus mulai Selasa. Dari mereka yang hasilnya negatif, akan diizinkan turun dari kapal mulai Jumat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA