Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Pangeran Faisal: Tak Ada Hubungan Saudi dan Israel

Ahad 16 Feb 2020 17:45 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Bendera Israel dan Arab Saudi

Bendera Israel dan Arab Saudi

Saudi tegaskan hubungan dengan Israel dapat terbuka jika Palestina merdeka.

REPUBLIKA.CO.ID, MUNCHEN -- Pemerintah Arab Saudi menegaskan posisinya tentang potensi membuka hubungan diplomasi dengan Israel. Menurutnya hal itu hanya dapat terjadi jika Palestina telah memperoleh kemerdekaan.

"Peningkatan hubungan dengan Israel akan terjadi hanya ketika perjanjian damai ditandatangani dan sesuai dengan syarat-syarat Palestina," kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al-Saud saat menghadiri Konferensi Keamanan Munchen di Jerman pada Sabtu (15/2) seperti dikutip laman Jerusalem Post.

Sebelumya Pangeran Faisal juga membantah kabar tentang adanya rencana pertemuan antara Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Juga

"Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Arab Saudi dan Israel. Kebijakan Arab Saudi sudah sangat jelas sejak awal konflik ini (Israel-Palestina). Tak ada hubungan antara Saudi dan Israel, Kerajaan berdiri teguh di belakang Palestina," kata dia saat diwawancara secara eksklusif dengan Al Arabiya.

Media-media Israel memang sempat mengabarkan bahwa Netanyahu berupaya mengagendakan pertemuan dengan Pangeran MBS. Hal itu dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluncurkan rencana perdamaian Timur Tengah, yang di dalamnya turut tercakup solusi penyelesaian konflik Israel-Palestina.

Mengenai rencana perdamaian buatan Trump, posisi Saudi, kata Pangeran Faisal, tetap sama. Riyadh menghendaki solusi yang adil dan dapat diterima Israel serta Palestina.

"Seperti yang telah kami katakan di masa lalu, Arab Saudi bersama anggota Liga Arab lainnya selalu menunjukkan keinginan untuk menormalkan hubungan dengan Israel jika ada penyelesaian (konflik) yang adil dan disepakati Palestina serta Israel. Kebijakan Saudi akan tetap teguh," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA