Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Hubei Catatkan 1.933 Kasus dan 100 Kematian Akibat Corona

Senin 17 Feb 2020 10:16 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Pekerja medis mengecek kondisi pasien di RS Jinyintan di Wuhan, Hubei, yang dibangun khusus untuk pasien kritis virus corona jenis baru atau Covid-19. Hubei yang menjadi pusat wabah virus Corona mencatatkan 1.933 kasus pada Ahad (16/2). Ilustrasi.

Pekerja medis mengecek kondisi pasien di RS Jinyintan di Wuhan, Hubei, yang dibangun khusus untuk pasien kritis virus corona jenis baru atau Covid-19. Hubei yang menjadi pusat wabah virus Corona mencatatkan 1.933 kasus pada Ahad (16/2). Ilustrasi.

Foto: AP
Hubei yang menjadi pusat wabah virus Corona mencatatkan 1.933 kasus pada Ahad (16/2)

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI - Provinsi Hubei di China yang menjadi pusat wabah virus Corona mencatatkan 1.933 kasus serta 100 kematian baru pada Ahad (16/2). Demikian diungkapkan otoritas kesehatan pada Senin (17/2).

Jumlah kasus naik hampir lima persen dari hari sebelumnya. Namun jumlah kematian turun dari 139 pada Sabtu. Hampir 90 kasus baru berada di ibu kota provinsi Wuhan, yang diyakini menjadi lokasi munculnya virus Corona.

Komisi Kesehatan Hubei menyebutkan jumlah total kasus di provinsi itu mencapai 58.182 dengan 1.696 kematian hingga Ahad. Wuhan menyumbang 71 persen kasus dan 77 persen kematian virus Corona di provinsi Hubei.

Provinsi tersebut dituding gagal menangani wabah cukup awal sehingga memungkinkan penyebaran virus. Akibatnya, para pimpinan Partai Komunis di Hubei serta di Wuhan dipecat.

Pada Ahad Hubei mengumumkan langkah baru yang ketat guna mengekang wabah tersebut. Pemerintah Hubei memberlakukan pemblokiran jalan bagi semua kendaraan pribadi di kota dan memberi tahu desa serta distrik perumahan kota untuk secara ketat mengendalikan pergerakan masyarakat.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA