Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Terima Kasih Trump untuk Erdogan Soal Idlib

Senin 17 Feb 2020 10:39 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Presiden Trump berterima kasih pada Erdogan karena cegah bencana kemanusiaan di Idlib. Ilustrasi.

Presiden Trump berterima kasih pada Erdogan karena cegah bencana kemanusiaan di Idlib. Ilustrasi.

Foto: REUTERS/Mike Segar
Presiden Trump berterima kasih pada Erdogan karena cegah bencana kemanusiaan di Idlib

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berterima kasih kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan karena mencegah bencana kemanusiaan di provinsi Idlib, Suriah. Hal itu diumumkan Gedung Putih dalam pembicaraan kedua pemimpin melalui sambungan telepon pada Ahad (16/2) waktu setempat.

"Trump menyatakan keprihatinan atas kekerasan di Idlib, Suriah dan berterima kasih kepada Erdogan atas upaya Turki untuk mencegah bencana kemanusiaan," ujar wakil sekretaris pers Judd Deere dalam sebuah pernyataan dikutip Anadolu Agency, Senin (17/2).

"Presiden Trump menyampaikan keinginan AS untuk mengakhiri dukungan Rusia dalam kekejaman rezim (Bashar al-Assad) dan juga resolusi politik untuk konflik Suriah," ujar pernyataan tersebut menambahkan.

Kedua pemimpin juga membahas perlunya menghilangkan campur tangan asing di Libya. "Presiden Trump juga menegaskan bahwa campur tangan asing yang berkelanjutan di Libya hanya akan memperburuk situasi," kata Deere.

Pasukan Turki berada di Idlib sebagai bagian dari misi anti-teror dan perdamaian. Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi yang berarti tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun demikian, sejak itu lebih dari 1.800 warga sipil telah tewas dalam serangan-serangan oleh rezim dan pasukan Rusia. Rusia mengabaikan gencatan senjata 2018 dan yang baru yang dimulai pada 12 Januari.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA