Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Ivanka Trump Apresiasi Arab Saudi dalam Pemberdayaan Wanita

Selasa 18 Feb 2020 00:22 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Muhammad Hafil

Ivanka Trump Apresiasi Arab Saudi dalam Pemberdayaan Wanita. Foto: Ivanka Trump

Ivanka Trump Apresiasi Arab Saudi dalam Pemberdayaan Wanita. Foto: Ivanka Trump

Foto: AP
Ivanka Trump apresiasi Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Putri Presiden Amerika Serikat Donald Trump,  Ivanka Trump memuji Arab Saudi atas upayanya memberdayakan perempuan. Pemberdayaan perempuan itu dilakukan oleh Arab Saudi dengan mengubah undang-undang untuk menghormati kebebasan bergerak perempuan dan akses ke layanan kredit dan keuangan.

Ivanka yang juga penasihat Presiden AS Donald Trump, memberi selamat kepada Kerajaan dan empat negara lain di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) untuk melembagakan reformasi yang signifikan selama dua tahun terakhir. Ucapannya itu dilakukan saat berbicara pada hari pertama Forum Wanita Global, yang diselenggarakan oleh Dubai Women Establishment, di Dubai pada Ahad (16/2) waktu setempat.

"Kemajuan akhirnya dibangun di atas kemajuan," katanya.

Dia melanjutkan, negara Bahrain telah memperkenalkan undang-undang untuk mencegah diskriminasi di tempat kerja. Sementara Jordan, kata dia, menghilangkan pembatasan hukum pada kemampuan perempuan untuk bekerja di malam hari.

Lalu, lanjut dia, Maroko memperluas hak tanah perempuan. Dan Tunisia memperkenalkan undang-undang penting untuk memerangi kekerasan dalam rumah tangga.

“Kita semua perlu memuji pencapaian dan kemajuan ini. Namun, kami tidak akan puas diri karena masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Ivanka.

Dia mengatakan terlalu banyak wanita terus menghadapi hambatan untuk memasuki dunia kerja. Hambatan itu mulai dari sejak perempuan kesulitan memulai bisnis mereka sendiri, sampai mencapai potensi penuh mereka, serta menentukan masa depan mereka sendiri.

Di wilayah ini, rata-rata perempuan hanya memiliki setengah dari hak hukum laki-laki. Namun sebenarnya, kesetaraan ekonomi mereka berpotensi menambah 600 miliar dollar AS ke PDB tahunan global pada 2025. "Jumlah ini jauh lebih mewakili daripada ledakan ekonomi," katanya.

Jumlah itu, kata dia, mewakili jutaan kehidupan yang penuh janji seperti para ibu yang dapat memenuhi kebutuhan anak-anak mereka, anak perempuan yang bisa menjadi yang pertama lulus sekolah menengah, dan wanita muda yang bisa memulai bisnis dan menjadi pencipta pekerjaan. “Ini adalah masa depan yang bisa dan harus kita capai bersama,” kata Ivanka.

Dia memuji keberanian dari negara Arab Saudi untuk menghancurkan hambatan ketidaksetaraan. Langkah merintis jalan peluang baru yang memberi harapan bagi jutaan orang juga diapresiasi oleh Ivanka pada kesempatan itu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA