Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Uni Emirat Arab Konfirmasi Kasus Ke-9 Virus Corona

Selasa 18 Feb 2020 08:59 WIB

Rep: Mabruroh/Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Pengunjung pameran mengenakan masker pada Pameran Kesehatan di Dubai, Uni Emirat Arab. Uni Emirat Arab (UEA) telah mengonfirmasi kasus kesembilan virus Corona. Ilustrasi.

Pengunjung pameran mengenakan masker pada Pameran Kesehatan di Dubai, Uni Emirat Arab. Uni Emirat Arab (UEA) telah mengonfirmasi kasus kesembilan virus Corona. Ilustrasi.

Foto: AP/Kamran Jebreili
Uni Emirat Arab (UEA) telah mengonfirmasi kasus kesembilan virus Corona

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Uni Emirat Arab (UEA) telah mengonfirmasi kasus kesembilan virus Corona baru pada Ahad (17/2). Dengan demikian jumlah orang yang terinfeksi corona di UEA menjadi sembilan orang.

Dilansir dari Arabnews, kasus terakhir ini menimpa seorang laki-laki berusia 37 tahun. Menurut Departemen Kesehatan dan pencegahan UEA, laki-laki asal China tersebut masih dalam kondisi stabil.

Delapan orang yang terinfeksi virus Corona sebelumnya adalah lima orang China, dua orang warga Filipina, dan satu orang warga India. Mereka telah didiagnosis mengidap virus Corona.

Kendati demikian, kantor berita Emirates News Agency (WAM) melaporkan tiga pasien virus Corona yang telah menjalani perawatan medis dinyatakan pulih. Sedangkan enam orang lainnya masih dalam perawatan intensif.

"Masyarakat disarankan untuk menjaga perilaku sehat untuk menghindari penyakit menular, termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air bersih dan menutup mulut saat batuk atau bersin untuk menghentikan penyebaran kuman dan virus," kata Menteri Kesehatan dalam sebuah pernyataan di WAM.

Kepala Program Kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan COVID-19 menyerang empat dari setiap 100 ribu orang. Menurutnya, penyebaran virus Corona adalah wabah yang sangat serius dan memiliki potensi untuk terus bertumbuh.

"Tetapi kita perlu menyeimbangkan dalam hal jumlah orang yang terpengaruh. Di luar Hubei, epidemi ini memengaruhi sebagian kecil orang," ujar Ryan dilansir Reuters.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA