Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Hong Kong Tingkatkan Dana Penanganan Virus Corona

Selasa 18 Feb 2020 13:29 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Petugas berpakaian pelindung menyisir bangunan yang diduga terinfeksi virus corona di Hong Kong, Selasa (11/2). Seluruh warga dievakuasi setelah dua orang penghuninya terinfeksi corona.

Petugas berpakaian pelindung menyisir bangunan yang diduga terinfeksi virus corona di Hong Kong, Selasa (11/2). Seluruh warga dievakuasi setelah dua orang penghuninya terinfeksi corona.

Foto: AP Photo/Kin Cheung
Hong Kong mengucurkan dana Rp 49,2 triliun untuk menangani wabah virus corona.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan pemerintah akan meningkatkan pemberian bantuan untuk menangani wabah virus corona, Selasa (18/2). Dana yang akan dikucurkan menjadi 28 miliar dolar Hong Kong atau setara dengan Rp 49,2 triliun dari awalnya 25 miliar dolar Hong Kong.

Baca Juga

Pekan lalu, Lam mengumumkan pemberian dana bantuan untuk bisnis dan kelompok-kelompok rentan di Hong Kong karena virus corona. Dia pun akan memberikan subsidi untuk kesehatan publik yang kurang mampu dan industri yang paling terpengaruh.

Pengeluaran dana tersebut pun harus mendapatkan persetujuan Dewan Legislatif yang kemungkinan dilakukan pada 19 Februari. "Kami mendesak anggota parlemen untuk mendukung pendanaan," ujar Lam dikutip dari SCMP.

Dana tersebut nantinya akan disalurkan ke 200 ribu keluarga berpenghasilan rendah dan para siswa akan memenuhi syarat. Sedangkan, tunjangan pun akan diberikan untuk pengecer dan agen perjalanan, restoran, pemilik toko kelontong. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengkompensasi kemerosotan ekonomi dan jatuhnya jumlah wisatawan di Hong Kong.

Virus corona telah menginfeksi lebih dari 71.000 orang di seluruh dunia, dengan 57 kasus yang dikonfirmasi di Hong Kong. Satu orang telah meninggal karena virus di kota itu dan menjadi lima kasus kematian yang terjadi di luar daratan China. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA