Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Situs Plymouth Rock di Massachusetts Dirusak

Rabu 19 Feb 2020 23:41 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Esthi Maharani

Aksi vandalisme/ilustrasi

Aksi vandalisme/ilustrasi

Foto: fotolog.com
Lempengan granit Plymouth Rock di Massachusetts dirusak dengan grafiti-grafiti

REPUBLIKA.CO.ID, MASSACHUSETTS — Lempengan granit Plymouth Rock di Massachusetts dirusak dengan grafiti-grafiti. Plymouth Rock merupakan monumen yang menandai tempat pendaratan pertama Mayflower di Massachusetts. Pejabat setempat menginformasikan Plymouth Rock sedang ditutup sementara waktu akibat aksi tersebut.

Dilansir di Independent.co.uk pada Rabu (19/2), aksi perusakan itu terjadi jelang peringatan 400 tahun menandai pendaratan Mayflower pada 1620. Aksi perusakan lainnya juga dilakukan terhadap situs bersejarah di Kota Massachusetts. Pejabat setempat menyebut aksi perusak itu sangat menyedihkan dan menganggu, setelah grafiti merah muncul di Plymouth Rock.

“Melihat tindakan tak terhormat ini pada pengingat sejarah kisah Mayflower, adalah menyedihkan dan meresahkan,” kata Direktur eksekutif Plymouth County, Lea Filson.

Kendati demikian, menurut dia, respon kemarahan atas aksi pengrusakan itu menjadi akhir positif dari dukungan masyarakat. Sebagian besar vandalisme yang dilaporkan, telah dibersihkan pada Senin (17/2) pagi. Para pejabat mengatakan penyelidikan sedang dilakukan atas insiden tersebut.

Belum ada motif jelas ihwal alasan dibalik aksi pengrusakan tersebut. Angka 508 terpampang dalam grafiti yang diunggah di media sosial. Nomor 508 adalah kode area yang digunakan di Plymouth.

Banyak warga marah dengan aksi vandalisme di situs sejarah itu. “Semua orang marah dan muak tentang itu,” ujar Filson.

Plymouth Rock terletak di pantai Pelabuhan Plymouth, dekat Monumen Nasional Forefathers dan sebuah ampiteater. Keduanya juga terkena aksi perusakan.

Manajer kota Plymouth, Melissa Arrighi menyatakan sedih dan muak dengan perusakan baru-baru di kota bersejarah itu. ”Ini hanya salah satu monumen bersejarah kami yang ditabrak. Kami akan mulai membersihkan sesegera mungkin dan polisi sedang menyelidiki,” kata Arrighi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA